Global-News.co.id
Kesehatan Utama

Hari Kesehatan Sedunia, Dinkes Jatim Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Bumi

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr dr Erwin Astha Triyono SpPD

SURABAYA (global-news.co.id) – Memperingati Hari Kesehatan Sedunia, Dinas Kesehatan Jatim mengingatkan kembali pentingnya menjaga kesehatan lingkungan, dalam hal ini  kesehatan bumi yang berdampak pada kesehatan manusia.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Jawa Timur untuk bersama-sama melakukan pengurangan sampah rumah tangga, mulai dari melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, serta menerapkan 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle, sehingga dapat membantu mewujudkan kesehatan bumi yang berdampak pada kesehatan manusia,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr dr Erwin Astha Triyono SpPD dalam rilisnya Rabu (6/4) menyambut Hari Kesehatan Dunia yang diperingati setiap tanggal 7 April.

Imbauan itu sejalan dengan tema Hari Kesehatan Sedunia tahun ini, Our Planet Our Health,  yang bermakna kesehatan manusia bergantung pada kesehatan bumi. “Hal tersebut menandakan bahwa kita semua harus menjaga lingkungan demi mewujudkan kesehatan bumi. Salah satunya dengan cara membuang sampah di tempatnya, melakukan pengelolaan sampah yang tepat sehingga bisa mengurangi volume sampah dan pembakarannya,” lanjut Erwin.

Pembakaran sampah  yang kerap dilakukan sebagian masyarakat, pada dasarnya memiliki dampak buruk untuk lingkungan dan kesehatan. Gas akibat pembakaran sampah bisa menyebabkan perubahan iklim yaitu kenaikan suhu di bumi yang mengakibatkan hilangnya keseimbangan siklus bumi dan perubahan musim hujan dan kemarau yang tidak dapat diprediksi. Ini semua akan berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih.

Perubahan iklim tersebut juga berpengaruh pada perubahan siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti sehingga bisa memicu meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Selain itu, pembuangan sampah sembarangan juga akan menimbulkan dampak menghambat aliran air dan berakibat terjadinya banjir, timbunan sampah menjadi tempat perkembangbiakan binatang pembawa penyakit, menimbulkan bau yang tidak enak, mencemari tanah, air tanah dan dampak lainnya.

Erwin menyebut, berdasarkan buku panduan praktis 5 pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2017, satu dari 10 rumah tangga membuang sampah sembarangan, membuang sampah ke kali atau parit atau laut, dan 1 dari 2 rumah tangga mengelola sampah dengan cara dibakar.  “Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih belum optimal dalam menjaga kesehatan lingkungannya,” tandasnya.

Sesuai Permenkes No. 3 Tahun 2014, 5 Pilar STBM meliputi: Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum Makanan Rumah Tangga (PAMMRT), Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PSRT), dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT). (ret)

baca juga :

Bebas Zona Merah, 50 Persen Wilayah Jatim Berstatus Zona Kuning

Redaksi Global News

Pemkot Surabaya Diminta Tinjau Ulang Pemakaman Khusus Covid-19

Jelang Hadapi Persikabo, Persita Dapat Tambahan Kekuatan

Redaksi Global News