Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Jember Raya Utama

BumDesma Guci Seroja di Lumajang Diharapkan Mampu Tingkatkan Ketahanan Pangan

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Halim Iskandar, saat  acara Peresmian Peternakan Terpadu BumDesma Guci Seroja

LUMAJANG (global-news.co.id) –
Peternakan terpadu yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa Bersama (BumDesma) Guci Seroja di Desa Bedayutalang, diharapkan mampu berkontribusi meningkatkan ketahanan pangan, khususnya tingkat konsumsi daging serta mengantisipasi pengurangan daging impor.

“Yang penting ini dikonsumsi, supaya menaikkan tingkat konsumsi daging yang notabene di Indonesia ini, tingkat konsumsi daging sangat rendah. Kemudian antisipasi impor, itu harapannya,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Halim Iskandar, saat memberikan arahan dalam acara Peresmian Peternakan Terpadu BumDesma Guci Seroja di Desa Bedayutalang, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jumat (1/4).

Halim juga mengatakan,  BumDesma merupakan salah satu upaya untuk menyongsong tantangan terkait ketahanan pangan di Indonesia.

“Ini menjadi perhatian pak presiden, dan berkali-kali pak presiden mengingatkan bahwa tantangan kita ke depannya pasca pandemi adalah ketahanan pangan nabati maupun hewani,” ujar dia.

Selain itu, dikatakan Halim, bahwa berbeda dengan Badan Usaha Milik Desa (BumDes), BumDesma adalah Badan Usaha Milik Desa yang pengelolaannya melibatkan lebih dari satu desa secara bersama-sama.

Menurutnya, BumDesma juga menjadi wadah atau badan usaha yang dilakukan secara kerja sama antar-desa, dua desa atau lebih, dan tidak dibatasi oleh zonasi maupun geografi.

“Kunci percepatan disamping Badan Usaha Milik Desa, BumDesma ini tidak dibatasi oleh zonasi maupun geografi, BumDesma ini menaikkan skala ekonomi supaya lebih makro lagi, tentu disesuaikan dengan potensi desa,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq) mengungkapkan, pihaknya masih terus berkeinginan agar skema-skema lain yang berkenaan dengan berdirinya BumDesma di masing-masing desa, terutama permodalan yang sudah berjalan, yakni Eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) bisa terkelola dan terlindungi.

“Kita berkeinginan permodalan yang sudah berjalan dalam sekian waktu terutama Eks PNPM bisa dikelola kelembagaannya dan dilindungi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Cak Thoriq berharap agar pemerintah desa dapat melakukan langkah praktis untuk memastikan bahwa kelembagaan tersebut terlindungi dari sisi pengelolaan keuangan di desa, kemudian di sisi lain juga bisa menambah percepatan ekonomi yang ada di desa-desa.

“Peternakan terpadu ini contoh konkrit, kebutuhan masyarakat yang hari ini kita semua sedang berikhtiar supaya ternak-ternak masyarkat pertama aman, terkelola dengan baik, kemudian kesehatannya bisa terkontrol oleh kami yang dari dinas pertanian,” ujarnya.

Cak Thoriq menambahkan, dirinya juga berkeinginan, agar hal-hal yang berkenaan dengan progresifitas untuk ekselerasi pertumbuhan ekonomi yang ada di desa dengan pengelolaan BumDesma nantinya bisa cepat terealisasi.

“Bila ini menjadi realisasi yang cepat maka saya yakin pertumbuhan ekonomi cepat yang ada di Desa juga bisa segera dilakukan,” imbuhnya. (kmf, uja)

baca juga :

Ekshibisi E-sport PON XX Papua Dibuka, Bawa Potensi Ekonomi Kreatif

Redaksi Global News

Beda Pernyataan Kapolda Metro dengan Rekonstruksi Laskar FPI, Mulai dari TKP hingga Proses Tewas

Redaksi Global News

Gubernur Jatim Dorong Investasi dan Bisnis Pengusaha Georgia ke Jatim