Global-News.co.id
Kesehatan Mataraman Utama

BKKBN Jatim-Komisi IX DPR RI Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di Blitar

Kaper BKKBN Jatim Dra Maria Ernawati, MM, saat kampanye Percepatan penurunan stunting di Blitar

BLITAR (global-news.co.id) – Puasa tidak mengurangi semangat BKKBN Jatim dan Komisi IX DPR RI mengampanyekan Percepatan Penurunan Stunting di lapangan.

Kegiatan kampanye percepatan penurunan stunting kali ini digelar di Desa Karangbendo, Kec. Ponggok, Kab. Blitar, Minggu (10/4). Kegiatan dihadiri oleh anggota komisi IX DPR RI, Nurhadi SPd, Deputi Adpin BKKBN Pusat Drs Sukaryo Teguh Santoso, MPd, dan Kaper BKKBN Jatim Dra Maria Ernawati, MM.

Nurhadi menyampaikan, sosialisasi Program Bangga Kencana sangat penting untuk dilakukan, salah satunya dengan kegiatan bersama komisi IX DPR RI. Dalam rangka menuju Indonesia emas tahun 2045, ia berharap, Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera untuk seluruh rakyat.

Salah satu caranya adalah dengan mengimplementasikan program yang dirancang untuk mencetak generasi emas dengan menurunkan angka stunting. Menurut Nurhadi, program investasi jangka panjang untuk membangun SDM perlu didorong terus-menerus sehingga benar-benar terwujud SDM yang unggul dan berkualitas.

“Salah satu yang sederhana mulai dari merencanakan keluarga yang berkualitas, menyiapkan pernikahan, merencanakan jumlah anak, mendidik anak dengan baik dan seterusnya,” ujarnya.

Stunting, katanya, merupakan salah satu pekerjaan rumah bangsa ini yang harus segera diselesaikan. Salah satu penyebab stunting karena anak-anak yang lahir tanpa direncanakan, sehingga tidak ada persiapan yang baik dari berbagai sisi.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Dra Maria Ernawati, menerangkan pada saat ini urusan BKKBN bukan sekadar kontrasepsi. Namun bagaimana mengendalikan jumlah penduduk dan mewujudkan keluarga yang berkualitas, BKKBN memberikan pendampingan berdasar siklus hidup mulai dari dalam kandungan hingga lansia.

Menurutnya, isu stunting merupakan isu besar yang saat ini juga ditangani oleh BKKBN. Stunting yang merupakan kondisi gagal tumbuh karena kekurangan gizi dan infeksi yang berulang menjadi tantangan yang sangat serius dalam mewujudkan generasi emas. Cara mencegah stunting antara lain mencegah pernikahan dini, dan persiapan pernikahan dan kehamilan dengan baik.

“Untuk mewujudkan itu semua diperlukan kesadaran dan dorongan dari seluruh masyarakat,” kata Erna.

Menurut dia, perkawinan dini atau kurang dari usia ideal yaitu 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki, berpotensi melahirkan anak stunting. Selain itu untuk mencegah stunting perlu pemeriksaan kehamilan yang baik, pemberian asi eksklusif, pemberian imunisasi lengkap.

“Persiapan kehamilan dimulai sejak sebelum menikah, pemeriksaan lingkar lengan atas, kadar HB untuk ibu, calon suami juga harus disiapkan salah satunya mengurangi rokok jika merokok, mengonsumsi zink dan menjaga kesehatan ini yang disebut pre-konseps,” kata dia. (ret, ins)

baca juga :

Jenuh dan Stres, Gubernur Khofifah Ajak Kunjungi Taman Wisata Genilangit

Redaksi Global News

KPPPA – FJPI Ajak Media untuk Responsif Gender

Redaksi Global News

Bea Cukai Juanda Cegah Penyelundupan 60 Ribu Butir Nimetazepam

Redaksi Global News