Global-News.co.id
Mancanegara Utama

Situasi Terkini Rusia Invasi Ukraina dalam Rangkuman hingga Minggu

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan gencatan senjata di dua kota di Ukraina: Mariupol dan Volnovakha

KYIV (global-news.co.id) –  Invasi Rusia ke Ukraina telah memasuki hari ke-11 pada Minggu (6/3). Sejumlah negara sudah mencoba menengahi konflik antar dua kubu tersebut.
PM Israel diketahui menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, sementara itu India juga mendesak dua negara tersebut untuk gencatan senjata.

Sedangkan Amerika Serikat memilih menjanjikan bantuan untuk pengungsi Ukraina yang kehilangan tempat tinggal dan mengungsi di pengungsian.

Gencatan senjata sendiri diberlakukan Rusia dan Ukraina di dua kota dan memberlakukan jalur pengungsi untuk warga sipil.

Berikut rangkuman perkembangan terbaru serangan Rusia ke Ukraina hingga hari ini.

1. Menlu AS Kunjungi Pengungsi Ukraina
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengunjungi sebuah persimpangan di perbatasan Polandia dengan Ukraina. Ia juga mendatangi pusat penampungan Polandia dengan 3.000 pengungsi Ukraina imbas invasi Rusia.

“Rakyat Polandia tahu betapa pentingnya mempertahankan kebebasan,” katanya setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Polandia Zbigniew Rau di kota terdekat Rzeszow di tenggara Polandia, Sabtu (5/3).

“Polandia sedang melakukan pekerjaan penting dalam menanggapi krisis ini,” ujar Blinken dikutip dari AFP.

2. Putin Ancam Negara yang Terapkan Zona Larangan Terbang di Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, setiap negara yang berusaha untuk memberlakukan zona larangan terbang di atas Ukraina akan dianggap oleh Moskow telah memasuki konflik.

“Setiap gerakan ke arah ini akan kami anggap sebagai partisipasi dalam konflik bersenjata oleh negara itu,” kata Putin dalam pertemuan dengan karyawan Aeroflot, dikutip dari AFP, Sabtu (5/3).

Putin menambahkan bahwa memberlakukan zona larangan terbang akan memiliki “konsekuensi kolosal dan bencana tidak hanya untuk Eropa tetapi juga seluruh dunia”.

Putin juga menepis rumor bahwa Rusia berencana mengumumkan darurat militer dengan serangan militer di Ukraina yang telah memasuki minggu kedua.

“Hukum militer seharusnya hanya diperkenalkan dalam kasus-kasus di mana ada agresi eksternal … kami tidak mengalaminya saat ini dan saya harap kami tidak akan mengalaminya,” kata Putin.

3. Gencatan Senjata di 2 Kota Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan gencatan senjata di dua kota di Ukraina: Mariupol dan Volnovakha. Gencatan senjata disepakati untuk membuka jalur bagi warga sipil untuk mengungsi ke wilayah aman. Kemenhan Rusia menyatakan telah menyepakati jalur evakuasi sipil dengan pihak Ukraina.

“Hari ini, 5 Maret, mulai pukul 10 pagi waktu Moskow, pihak Rusia mengumumkan gencatan senjata dan membuka koridor kemanusiaan untuk keluarnya warga sipil dari Mariupol dan Volnovakha,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, dilansir dari CNN pada Sabtu (5/3).

Sementara itu, Dewan Kota Mariupo meminta warga kembali ke tempat penampungan alih-alih mengevakuasi diri dari invasi Rusia, Sabtu (5/3).

Hal itu diminta Dewan Kota selama negosiasi dengan Rusia. Kendati demikian mereka memastikan koridor evakuasi akan tetap berlanjut.

“Kami minta semua warga Mariupol pergi ke tempat penampungan. Informasi lebih lanjut tentang evakuasi segera hadir,” bunyi pernyataan resmi Dewan Kota Mariupol sebagaimana dikutip dari CNN, Sabtu (5/3).

4. PM Israel Bertemu Putin di Kremlin
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett bertemu dengan Vladimir Putin di Kremlin, Sabtu (5/3). Pertemuan dengan Bennett menjadi pertemuan kedua Putin dengan seorang pemimpin negara lain sejak pasukannya menginvasi Ukraina pekan lalu.

Bennett sejauh ini tak bergabung dengan para pemimpin negara lain yang mengutuk serangan Rusia, menekankan hubungan kuat Israel dengan Moskow dan Kyiv. Ukraina sebelumnya telah meminta Bennett untuk menengahi konflik dengan Rusia.

5. India Desak Rusia-Ukraina Gencatan Senjata
Pemerintah India berbicara kepada pejabat di Rusia dan Ukraina untuk mendesak gencatan senjata setelah mahasiswa India yang terjebak di Ukraina meminta evakuasi.

“Kami sangat mendesak kedua belah pihak untuk melakukan gencatan senjata; apakah itu akan terjadi, kapan itu akan terjadi, adalah sesuatu yang akan kita lihat saat itu terjadi,” kata Arindam Bagchi, juru bicara Kementerian Luar Negeri India, dalam konferensi pers, Sabtu (5/3) dikutip dari CNN. (cnn, tim, ins)

baca juga :

Kembali Sidak GBT, Risma Minta Percepatan Pengerjaan

Redaksi Global News

Jatim Jadi Pilot Project Lembaga Keuangan Desa BUMDesMa Nasional

Redaksi Global News

72 Proposal PKM Garapan ITS Sukses Dapatkan Pendanaan

Redaksi Global News