Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Jember Raya TNI Utama

Serentak 17 Kabupaten/Kota Tanam Mangrove, Banyuwangi di Pulau Santen

Kegiatan penanaman mangrove melibatkan pula anggota TNI, Pramuka, mahasiswa dan warga sekitar Pulau Santen

BANYUWANGI (global-news.co.id) – Kabupaten Banyuwangi dipilih menjadi lokasi penanaman mangrove bersama 16 kota lain di Jawa Timur. Sebagai daerah dengan garis pantai yang panjang, penanaman mangrove ini dilakukan untuk menekan abrasi di 175 kilometer panjang pantai di kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini.

Kegiatan serentak ini di bawah naungan Kodam V Brawijaya. Ke-17 kabupaten/kota di Jawa Timur secara serentak melakukan penanaman mangrove bersama, Jumat (4/3) lalu. Untuk di Banyuwangi, lokasinya berada di Pulau Santen.

Sementara, Pangdam V/ Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto, yang melakukan penanaman dari pantai di Bangkalan, Madura mengomando kegiatan tersebut secara virtual. Pangdam V/ Brawijaya, menyebut, saat ini daratan yang dekat dengan laut mulai terancam banjir dan abrasi.

“Ini merupakan upaya nyata Pangdam V Brawijaya untuk mendukung pemerintah dalam melestarikan lingkungan. Semoga terus dijaga kelestarian mangrove yang kita tanam ini. Ke depan, program ini akan terus kita lanjutkan,” ujarnya dalam pembukaan yang digelar virtual itu.

Hadir dalam acara penanaman mangrove di Pulau Santen, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Kav Eko Julianto Ramadan; Danlanal, Letkol Laut (P) Ansori; Kapolresta Banyuwangi, Kombes Nasrun Pasaribu, serta Sekretaris Daerah Banyuwangi, Mujiono.

Mereka menanam 750 tanaman mangrove yang ditanam di areal Pulau Santen. Kegiatan ini melibatkan pula anggota TNI, Pramuka, mahasiswa dan warga sekitar Pulau Santen yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan.

“Penting bagi kita untuk bergerak bersama menjaga lingkungan kita dengan menjaga, merawat dan melestarikan alam. Penanaman pohon sebanyak mungkin, akan memberikan manfaat,” kata Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Kav Eko Julianto Ramadan .

Penanaman mangrove ini, imbuhnya, di satu sisi melindungi dari banjir laut dan abrasi, di sisi lain bermanfaat bagi masyarakat pesisir. Yakni menjadi tempat berkembang biak biota laut seperti udang, ikan dan kerang. “Mari kita jaga pelestarian lingkungan di wilayah Banyuwangi,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Dearah Kabupaten Banyuwangi Mujiono menambahkan, pelestarian lingkungan terus dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi. Beberapa destinasi wisata di Banyuwangi juga mengandalkan konservasi mangrove. Salah satunya adalah Pantai Bedul di Kecamatan Purwoharjo dan di KEE Teluk Pangpang, Kecamatan Tegaldlimo.

“Tentu destinasi konservasi seperti di Pantai Bedul dan Teluk Pangpang salah satu bukti jika Banyuwangi peduli dengan perbaikan ekosistem pantai,” kata dia. (ins, ayu)

baca juga :

Flu Babi Jenis Baru Mulai Meluas, WHO Khawatir Berpotensi Jadi Pandemi

Redaksi Global News

TMMD, Peran Masyarakat Membuat Haru Dan Keluarnya Air Mata Kades Siwalan

gas

Keluarga Buddhayana Serahkan Ribuan APD ke Pemkot Surabaya

Redaksi Global News