Global-News.co.id
Kesehatan Nasional Utama

Masuk PPKM Level 4, Pemkot Madiun Belum Lakukan Pembatasan Super Ketat

 

Satgas Covid-19 gabungan gencar melakukan operasi yustisi dan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala

MADIUN (global-news.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, belum melakukan pembatasan super ketat, meski saat ini daerah tersebut masih berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 penyebaran Covid-19 sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 13/2022 yang berlaku 1-7 Maret.

“Sementara ini untuk kegiatan masyarakat dalam upaya pemulihan ekonomi biar jalan dulu,” ujar Walikota Madiun Maidi, Sabtu (5/3).

Walikota Maidi menjelaskan pertimbangan belum dilakukannya pembatasan super ketat terhadap aktivitas masyarakat adalah tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan yang masih tergolong wajar. Sesuai data, saat ini bed occupancy rate (BOR) di Kota Madiun tercatat 30 persen.

Meski belum ada pembatasan super ketat, warga Kota Madiun tetap diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Kegiatan keramaian dan kerumunan tetap kami rem sesuai Inmendagri Nomor 13/2022. Tapi, ekonomi masyarakat jangan sampai tersendat,” kata dia.

Jika, nantinya BOR mencapai 90 persen atau kondisi penularan Covid-19 sudah berstatus darurat seperti saat gelombang kedua serangan varian Delta tahun lalu, pembatasan super ketat diperlukan. Namun, ia berharap hal itu tidak sampai terjadi.

Karena itu, pihaknya bersama jajaran terus memantau BOR RS dan perkembangan kasus aktif Covid-19 di Kota Madiun. Petugas Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) juga terus memantau penyebaran Covid-19 untuk menemukan pola perkembangan virus tersebut.

Testing, tracing, dan treatment (3T) juga terus digencarkan. “Selain itu, kami juga terus meminta warga Kota Madiun selalu disiplin prokes dalam setiap kegiatan agar penularan Covid-19 di Madiun dapat dikendalikan,” kata dia.

Ia menambahkan petugas Satgas Covid-19 gabungan dari Pemkot Madiun bersama TNI dan Polri juga gencar melakukan operasi yustisi dan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.

Sesuai data, di Kota Madiun kasus Covid-19 hingga Sabtu (5/3) mencapai 9.477 orang. Dari jumlah itu, 8.452 orang di antaranya telah sembuh, 76 orang masih dalam perawatan, 413 orang isolasi mandiri, 3 orang isolasi terpadu, dan 533 orang meninggal dunia.

Jumlah konfirmasi baru pada Sabtu tercatat 103 orang, sembuh 131 orang, dan meninggal dunia tiga orang, sedangkan jumlah pelacakan hari ini 971 orang. (ant, ins)

baca juga :

Kiai Miftachul Akhyar Kembali Jabat Rais Aam PBNU

Redaksi Global News

Pemanfaatan Dana Kelurahan, Legislator Sebut di Surabaya Dinilai Kurang Maksimal

Redaksi Global News

BumDesma Guci Seroja di Lumajang Diharapkan Mampu Tingkatkan Ketahanan Pangan