Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

Luncurkan Fundo, FSB Indonesia Hadirkan Platform Fintech Lelang Surat Berharga Pertama di Asia

Founder dan CEO FSB Indonesia Aida Sutanto saat konferensi pers virtual, Kamis (31/3).

SURABAYA (global-news.co.id)  – FSB Indonesia meluncurkan produk Fundo yang merupakan platform teknologi finansial lelang surat berharga. Platform yang telah memiliki lisensi dan patuh terhadap regulasi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Republik Indonesia ini menghubungkan pembeli dan penjual melalui mekanisme penawaran (bidding) yang transparan dan kompetitif.

Melalui Fundo, investor mendapatkan hasil keuntungan sepenuhnya melalui diskonto (potongan) dari surat berharga. FSB Indonesia mengklaim Fundo merupakan platform fintech lelang surat berharga pertama di Asia dan satu-satunya di Indonesia.

“Fundo ini balai lelang fintech dengan teknologi finansial yang merupakan transformasi dan invoasi di keuangan dan teknologi,” kata Founder dan CEO FSB Indonesia Aida Sutanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (31/3).

Dijelaskan Aida Sutanto, Fundo bertujuan meningkatkan perekonomian lokal di Indonesia dengan menyediakan solusi bagi semuanya, baik dari investor pemula dan profesional hingga investor individu dan institusional untuk dapat membantu mereka mencapai tujuan finansial mereka dan meningkatkan portofolio investasi mereka.

Melalui pendekatan yang berisiko sedang dan dengan prinsip penghasilan berdasarkan keuntungan, bukan bunga, Fundo mendukung UMKM dan membantu menciptakan lapangan kerja.

“Berbagai produk dan layanan tekfin kami yang berada di platform lelang surat berharga Fundo menawarkan proses yang unik dan lebih baik dalam menjual dan membeli surat berharga. Platform lelang kami secara intrinsik telah dirancang dan diatur untuk dapat menawarkan produk investasi yang didasarkan pada keuntungan, bukan bunga,” kata Aida Sutanto.

Fundo diperuntukkan bagi semua orang, dari investor pemula hingga profesional dan perusahaan atau organisasi, untuk membantu mereka mencapai tujuan keuangan dan menambahkan pada portofolio investasi mereka.

“Sejak beroperasi di 2019, surat berharga yang sudah terjual di platform kami sebesar Rp 2,2 triliun dengan profit yang diberikan 10-18% per tahun,” imbuh Aida.

Dengan mekanisme dukungan modal kerja melalui lelang dan berbagai produk dan layanan yang dirancang khusus untuk UMKM, Fundo juga mengajak perusahaan dan bisnis lokal yang menginginkan modal kerja cepat dan mempercepat arus kas mereka untuk menggunakan platform Fundo. Hingga sejauh ini, Fundo telah membantu sebanyak kurang lebih 250 UMKM.

“Misi Fundo adalah untuk turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan mendukung UMKM dan mendorong penciptaan lapangan kerja yang berkesinambungan. Melalui proses lelang Fundo yang unik dan transparan, UMKM dapat memperoleh pendanaan dan modal kerja cepat untuk mengoptimalkan arus kas mereka, menciptakan lapangan kerja, dan mengembangkan bisnis mereka,” kata Aida Sutanto.

Dia menambahkan, investasi di Fundo tergolong kategori investasi jangka pendek (short investment) dengan kurun waktu sekitar 20 hari sampai 150 hari. Adapun rata-ratanya berada di kisaran 2-3 bulan.
Dia menggarisbawahi Fundo berada di bawah izin Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan diawasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). “Jadi, kami fintech yang tidak berada di bawah OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” tuturnya. (tis, eno)

baca juga :

Pemkot Surabaya Hapus Denda PBB

Redaksi Global News

Pasar Rakyat Kenduruan Angkat Pelaku UMKM

Redaksi Global News

Sudirman Cup, BNI Wujudkan Pengiriman Tim ke Vantaa-Finlandia

Redaksi Global News