Global-News.co.id
Gaya Hidup Mataraman Utama

Koordinator Madiun I Gelar HUT Ke-5 dengan Refresing Gerakan Tingkat Dasar

Edy Prawoto (duduk tengah) berpose bersama dengan pengurus Koordinator Madiun I dan senior Ole-Ole

MADIUN (global-news.co.id)- Koordinator Otonom Madiun I, Sabtu (12/3), menggelar HUT Ke-5 dengan refresing gerakan Ling Tien Kung tingkat dasar bagi para instruktur dan sejumlah anggota Ling Tien Kung yang diadakan di Gedung Pertemuan dan Halaman Kantor Camat Jiwan Kab. Madiun.

Setidaknya sebanyak 75 anggota Ling Tien Kung mengikuti acara tersebut. Mereka terdiri dari 45 Instruktur dari 20 sasana. Dari Calon Instruktur 19 orang serta
11 orang perwakilan Anggota Tingkat Dasar. Anggota Ling Tien Kung Koordinator Otonom Madiun I ada sekitar 800 orang, intrukturnya ada 51 orang.

Tiga senior Ole-Ole, yakni Edy Bangah, Karyanto dan Suhadi turut memandu acara tersebut. Mereka dengan telaten memberikan perbaikan-perbaikan gerakan para instruktur dan calon instruktur dari Madiun 1. Mereka bertiga juga memberikan contoh gerakan yang benar. Mulai gerakan Bagian I s/d 5. (Warming up, memperbaiki kondisi aki, penataan ulang organ-organ tubuh, membangkitkan tenaga titik nol, cooling down/pengendapan emosi, seperti yang diajarkan Lao Shi, guru besar pencipta Ling Tien Kung.

Edy Prawoto menyerahkan tumpeng pada Drs Bambang

Selesai kegiatan Refresing Gerakan Tingkat Dasar, dilanjutkan dengan acara seremoni HUT ke-5 Koordinator Madiun I yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua MPET2 Ling Tien Kung Drs Edy Prawoto SH, MHum, selanjutnya diberikan kepada Drs Bambang Ketua Koordinator Madiun I. “Tumpeng yang saya berikan ini adalah “simbol  amanah” untuk jajaran Koordinatot Madiun I dalam berkarya bagi kepentingan masyarakat melalui jalan Ling Tien Kung,” kata Edy Prawoto sebelum pemotongan tumpeng.

Sementara Drs Bambang mengucapkan terima kasih kehadiran dan respon dari pengurus pusat yang telah mengirimkan instruktur terbaiknya untuk mengadakan refresing gerakan.

Bambang mengatakan, program tahun 2022 antara lain.
A. Pengukuhan Sasana Rintisan
B. Penambahan untuk Membuka Sasana Rintisan
C. Merencanakan dengan Koordinator yang lain untuk Latber dengan Acara Refreshing  instruktur  Gerakan Tingkat Dasar
D. Larber Secara Rutin Gerakan Tingkat Menengah yang diadakan 2 Minggu sekali .

Foto bersama refresing gerakan Ling Tien Kung tingkat dasar bagi para instruktur dan sejumlah anggota Ling Tien Kung

Tiga Hal
Ketua MPET2 Drs Edy Prawoto SH, M Hum dalam pengarahannya menyampaikan 3 hal pokok:
1. Para instruktur harus benar-benar paham visi Ling Tien Kung “Making People Healthy”, karena di sinilah tugas mulia bagi seorang instruktur terpanggil jiwanya untuk mewujudkan visi tersebut, tanpa mengharap pujian maupun imbalan.
2. Para instruktur selain harus memahami Filosofi dan Tehnik Gerakan, harus paham dan dapat mengimplementasikan etika (unggah ungguh/kepatutan) dalam kegiatan mereka. Dalam praktik sering terjadi konflik karena pemahaman etika yang lemah. Hal ini harus benar-benar dimengerti dan dipahami oleh para instruktur.

Para junior harus menghormati seniornya, begitu sebaliknya para senior harus menghargai juniornya. Instruktur Ling Tien Kung sangat heterogen latar belakangnya, karenanya perilaku di lapangan menjadi sangat bervariasi. “Di sinilah pentingnya etika/unggah-ungguh bagi kita semua,” katanya.

3.Para instruktur mempunyai tugas yang cukup berat yaitu terus menyosialisasikan Ling Tien Kung kepada masyarakat. Sinergitas antar instruktur harus terus dikembangkan dalam mengemban tugas yang cukup berat tersebut.

“Di sinilah peran koordinator dan jajarannya untuk terus ditingkatkan sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam Peraturan Pengurus Pusat No: 01/Per/ MPET2 LTK/V/2019 tanggal 21 Mei 2019. “Manakala Koordinator dan jajaran dapat berperan dengan maksimal Insya Allah Ling Tien Kung di Madiun I akan terus berkembang,” ujar Edy Prawoto. (edp)

baca juga :

Kenaikan Tarif KA Ekonomi Bersubsidi Dibatalkan

nasir nasir

Raja’e : Hari Jadi Momentum Introspeksi dan Maksimalkan Potensi

gas

Sidang Pertama Pemakzulan Trump, 13 Jam Berdebat Non Stop

Redaksi Global News