Global-News.co.id
Mancanegara Sport Utama

Kesal Invasi Rusia, Pelatih Jerman Mundur dari Lokomotiv Moscow

Pelatih asal Jerman Markus Gisdol meninggalkan klub Lokomotiv Moscow karena kecewa sikap Rusia yang menyerang Ukraina sejak pekan lalu

JAKARTA (global-news.co.id) – Pelatih asal Jerman, Markus Gisdol, meninggalkan klub Lokomotiv Moscow karena kecewa dengan sikap Rusia yang menyerang Ukraina sejak pekan lalu.

Gisdol melatih salah satu klub kenamaan di Rusia itu pada Oktober 2021. Akan tetapi, karier Gisdol dengan klub berjuluk Loko itu tidak berlangsung lama setelah Rusia menginvasi Ukraina.

Dikutip dari RT, Gisdol beralasan tidak bisa bekerja di negara yang pemimpinnya melakukan invasi negara lain. Kepergian Gisdol itu dikonfirmasi Lokomotiv.

“Bagi saya, menjadi pelatih sepakbola adalah pekerjaan terbaik di dunia. Tapi saya tidak bisa mengejar panggilan saya di negara yang pemimpinnya bertanggung jawab atas perang agresi di tengah Eropa,” ujar Gisdol.

“Itu tidak sejalan dengan nilai-nilai saya, itulah sebabnya saya mengundurkan diri dari posisi saya sebagai pelatih Lokomotiv Moscow dengan segera,” ucap Gisdol.

Gisdol tiba di Lokomotiv setelah mendapat tawaran dari Ralf Rangnick, mantan Direktur Olahraga klub yang kini melatih Manchester United. Pelatih 52 tahun itu jadi pelatih Lokomotiv menggantikan Marko Nikolic yang populer di kalangan suporter klub.

Akan tetapi, dengan perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, Markus Gisdol mengaku tidak tenang melatih dan memilih mengundurkan diri.

“Saya tidak bisa berdiri di tempat latihan di Moskow, melatih para pemain, menuntut profesionalisme dan beberapa kilometer jauhnya perintah diberikan yang membawa penderitaan besar bagi seluruh orang,” tutur Gisdol.

“Ini adalah keputusan pribadi saya dan saya sangat yakin akan hal itu,” kata Gisdol melanjutkan.

Setelah ditinggal Markus Gisdol, Lokomotiv mengumumkan pelatih asal Jerman lain Marvin Compper sebagai pelatih klub untuk pertandingan berikutnya, melawan Yenisey di Piala Rusia, Kamis (3/3) waktu setempat. (cnn, ins)

baca juga :

Sibuk Perangi Corona, Waspadai DBD Juga Mengintai di Indonesia

Redaksi Global News

Bantuan Subsidi Gaji/ Upah Pekerja Tahap Dua Diserahkan, Khofifah Berharap Jadi Penguatan Ekonomi di Era Pandemi

Redaksi Global News

Serangan Jantung, Ashraf Sinclair Meninggal Dunia di Usia 40 Tahun

Redaksi Global News