Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Jatim Harus Sukseskan Gernas BBI dan BWI: Langkah Positif dan Recovery Perekonomian

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti SE, MSi

SURABAYA (global-news.co.id)- Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata Indonesia (BWI) di seluruh provinsi di Indonesia, tidak terkecuali di Provinsi Jawa Timur (Jatim) harus mendapat dukungan dari berbagai lapisan. Bagi Jatim, ini merupakan hal positif dalam rangka meningkatkan perekonomian. Khususnya dalam rangka recovery ekonomi.

Seperti diketahui, Mendukung Fokus Presidensi G20 untuk percepatan pemulihan ekonomi global melalui inklusi keuangan digital, Pemerintah Indonesia terus mendorong Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata Indonesia (BWI) di seluruh provinsi di Indonesia, tidak terkecuali di Provinsi Jawa Timur.

Sebagai bentuk partisipasi menggaungkan kampanye tersebut, Sabtu (26/2/2022) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Semarak Gernas BBI secara virtual dengan tema “Optimis Jatim Bangkit 2022”.

“Ini merupakan langkah positif. Kita harus mendukung secara penuh. Mengapa? Karena kebijakan ini membantu percepatan recovery ekonomi. Di sini, sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor penting untuk suksesnya program ini,” kata Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti SE, MSi kepada Global News, Selasa (1/3/2022) sore.

Dia mengatakan, gerakan bangga menggunakan produk sendiri harus digalakkan untuk meningkatkan demand (pasar) bagi produk lokal. Terutama barang-barang yang diproduksi UMKM. Hal ini untuk meningkatkan membantu percepatan recovery ekonomi.

“Perlu diketahui, sektor UMKM sangat berkontribusi pada PDRB Jatim. Oleh karennya perlu pemerintah harus mensupport UMKM tidak hanya dari sisi permodalan saja, tetapi juga kelembagaan dan perizinan produk terutama terkait standar halal, BPOM maupun stadarisasi lainnya yang diperlukan sehingga secara brand produk tidak kalah dengan merek-merek produk industri,” kata politisi Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Bertolak pada kenyataan inilah, perlu dilakukan penguatan UMKM khususnya merespon era disruptif dan adaptasi perilaku pasar akibat pandemi yaitu peningkatan digitalisasi UMKM sehingga mempermudah UMKM untuk masuk ke rantai pasar global.

Menurut Erma, sudah cukup banyak UMKM yang sudah bergabung dengan aplikasi perdagangan elektronik. Namun hal itu perlu ditingkatkan lagi karena potensi pasar digital yang sangat besar.

Support untuk pengembangan pasar memang harus mendapat perhatian. Terutama pasar digital yang saat ini perdagangan digital merupakan ceruk ekonomi yang masih dikuasi barang-barang produksi impor.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian kita semua, yakni kesadaran untuk bangga dengan produksi sendiri perlu ditingkan pada generasi muda (milineal) yang nantinya ke depan adalah pasar terbesar di Indonesia. “Jangan sampai anak-anak muda ini menjadi komsumtif barang luar negeri,” katanya.

Dari sisi pariwisata, Gernas BBI dan BWI sejalan semangat Pemprov Jatim dimana saat ini, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menginisiasi tiga dari kuota 15 desa devisa yang dapat disinergikan dengan Rumah Kurasi dan Export Center Kadin Jatim.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto menyampaikan sebagai Campaign Manager Gernas BBI dan BWI, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Semarak Gernas BBI sebagai suatu perwujudan bahwa Jawa Timur turut memupuk rasa cinta dan bangga terhadap produk buatan Indonesia.

Selain itu, sejalan dengan program Optimis Jatim Bangkit 2022, kegiatan unggulan GBBI di Jawa Timur berfokus pada perluasan Rumah Kurasi, sertifikasi Kurator, dan sertifikasi halal melalui skema Ikrar Halal. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak multiplier effect terhadap kinerja UMKM Jawa Timur.

Seperti diketahui, Jawa Timur berkontribusi dalam skala ekonomi terhadap Produk Domistik Bruto (PDB) Nasional sebesar 24,93% yang salah satunya didukung oleh UMKM. Artinya Jawa Timur juga memiliki kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional di posisi kedua dan menunjukan betapa UMKM di Jatim menjadi kekuatan yang substansial.

Diharapkan seluruh UMKM di Jawa Timur untuk bisa mengakses pasar lebih luas lagi dan menstandarisasi kualitas produk, dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sudah ada juga dapat menjadi manfaat dan semoga dapat menjaga survivalitas para pelau UMKM. (adv)

 

baca juga :

Gandeng WIR Group, BNI Siap Ekspansi Bisnis Digital di Metaverse Indonesia

Redaksi Global News

Rangkuman Situasi Terkini Rusia Invasi Ukraina, Sabtu 12 Maret

Redaksi Global News

Tinjau TBBM Ujungberung, Menteri ESDM Minta Pasokan Ruas Tol Baru Diperhatikan

Redaksi Global News