Global-News.co.id
Metro Raya Pendidikan Utama

Guru Besar UK Petra Maksimalkan Daur Ulang Fly Ash, Limbah PLTU Jadi Bahan Beton Berkualitas Tinggi

Prof Antoni ST, MEng, PhD yang akan dikukuhkan UK Petra pada 11 Maret mendatang.

SURABAYA (global-news.co.id) –  Guru Besar (Gubes) Universitas Kristen Petra Surabaya Prof Antoni ST, MEng, PhD melakukan penelitian terkait limbah fly ash Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk pengganti semen dalam beton.

Selama ini Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau disingkat PLTU sangat banyak beroperasi di Indonesia. Bahan bakar utamanya  adalah batubara.  Proses pembakaran batubara ini menghasilkan limbah padat  yang dikenal luas sebagai abu terbang atau fly ash.

“Jika dibuang begitu saja, dibiarkan menumpuk dan tidak diolah, limbah abu terbang atau fly ash ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan secara masif. Sebagai gambaran, di tahun 2021 saja jumlah limbah fly ash yang dihasilkan di Indonesia berjumlah tidak kurang dari 8,7 juta ton per tahun, yang berhasil di daur ulang hanya lebih kurang 10% saja. Semula memang fly ash dikategorikan sebagai material B3, namun sesuai dengan PP Nomor 22 Tahun 2021, fly ash tidak lagi dikategorikan sebagai limbah berbahaya. Maka dari itu saya meneliti lebih jauh bagaimana caranya  mendaur-ulang Fly Ash ini agar bisa menjadi bahan baku beton yang berkualitas dengan mengurangi bahan semennya,” kata Prof Antoni ST, MEng, PhD selaku profesor yang akan dikukuhkan UK Petra pada 11 Maret mendatang dalam keterangan resminya, Rabu (9/3).

Dalam pengukuhannya sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Teknik Sipil di UK Petra, Antoni berorasi tentang Potensi Abu Terbang sebagai Material Sementisius dalam Pembuatan Beton Rendah Semen. Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Laboratorium Beton dan Konstruksi UK Petra tersebut ingin menekankan bahwa jika ingin memanfaatkan fly ash khususnya dari PLTU maka perlu juga memahami dengan baik kualitasnya.

“Sebagai limbah, tidak semua fly ash memiliki kualitas yang baik dan seragam. Maka dari itu fly ash itu perlu melalui berbagai tahap evaluasi terlebih dahulu. Dan jika sudah bisa memanfaatkannya dengan maksimal maka produksi beton di Indonesia bisa dilakukan secara massal,” tambah pria yang menyelesaikan doktornya di Hokkaido University Jepang.

Selama ini fly ash sudah mulai dimanfaatkan dalam pembuatan beton di Indonesia, namun umumnya hanya dengan kadar rendah, antara untuk menggantikan semen sebesar 20-30% saja. Padahal, menurut Antoni, kadar penggunaannya ini masih bisa di tingkatkan kembali, bahkan hingga 100%.

“Agar kualitas beton dapat dijaga tetap bagus, kualitas fly ash yang digunakan perlu melalui proses quality control. Dalam penelitian, kami mengembangkan metode quality control mutu fly ash yang dapat dilakukan dengan cepat, yang kami sebut dengan rapid indicator,” kata Antoni yang sudah menghasilkan delapan buku itu.

Menurut dosen yang pernah meraih Best Paper di Konferensi Internasional di Singapore limbah abu terbang menjadi masalah lingkungan yang nyata. Pemanfaatan limbah abu terbang yang baik secara konsisten akan mengurangi masalah lingkungan, sekaligus mengurangi penggunaan semen, yang dimana proses produksinya juga menghasilkan gas karbon dioksida yang meningkatkan efek rumah kaca.

“Pemanfaatan semen yang efisien dan efektif, disertai dengan pemanfaatan limbah abu terbang sebagai material pengganti sebagian semen, mampu menghasilkan mutu beton yang baik dan tahan lama serta mempunya nilai ekonomis tinggi,” tambah Antoni yang telah memiliki 3 paten granted.

Lebih rinci dosen prodi Teknik Sipil UK Petra asal Pematang Siantar tersebut menjelaskan bahwa fly ash ini sendiri merupakan limbah dari proses pembakaran dari PLTU, maka kualitasnya juga bervariasi terhadap waktu. Hal ini disebabkan adanya perbedaan sumber batubara, temperatur pembakaran batubara, dan variabel lainnya. Biasanya beton yang menggunakan fly ash ini akan berwarna agak kecokelatan dan terjadi peningkatan mutu pada umur lanjut.

Pengukuhan Prof Antoni ST, MEng, PhD berdasarkan SK Mendikbudristek Nomor ; 71062/MPK.A/KP.05.01/2021 akan dilakukan secara hybrid pada Jumat (11/03/2022) mulai pukul 09.00 WIB yang diikuti oleh YPTK Petra, anggota senat dan tamu undangan lainnya. (tis)

baca juga :

Gandeng WIR Group, BNI Siap Ekspansi Bisnis Digital di Metaverse Indonesia

Redaksi Global News

Kantor Bupati Blitar Ditutup Sementara Pasca 4 Pegawai Protokol Positif COVID-19

Redaksi Global News

RS Unair Ikut Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Redaksi Global News