Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Pantura Utama

Canangkan Desa Tanaman Hias, Bupati Yes Usulkan Wanar Jadi Desa Devisa

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, mencanangkan Desa Wisata Tanaman Hias, di Dusun Tulung, Desa Wanar, Kecamatan Pucuk

LAMONGAN (global-news.co.id) – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, mencanangkan Desa Wisata Tanaman Hias, di Dusun Tulung, Desa Wanar, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jatim.

Kabupaten Lamongan selama ini dikenal lewat kelezatan kuliner atau tenun ikat saja, namun juga tersohor sebagai penghasil tanaman hias seperti yang ada di Desa Wanar, yang bahkan penjualannya telah merambah pasar luar negeri seperti Brunei Darussalam, Malaysia hingga Singapura.

Bupati menilai Desa Wanar tidak hanya pantas menjadi Desa Tanaman Hias, namun juga layak menjadi Desa Devisa, seperti Desa Parengan Maduran yang lebih dulu dinobatkan.

“Tanaman di sini tadinya cuma biasa tapi bisa disulap menjadi luar biasa, bahkan pohon waru di sini naik kasta jadi red panama sehingga harga jualnya sangat tinggi,” ungkap Bupati Yes sapaan akrabnya, Sabtu (26/3).

Bupati Yes juga mengungkapkan, sesuai permintaan Gubernur Jatim, Pemkab Lamongan telah mengusulkan dua desa yang dinilai layak menjadi Desa Devisa. Salah satunya yakni Desa Wanar ini. “Pemerintah telah mengusulkan dua desa di Lamongan yang dinilai sangat layak menjadi Desa Devisa. Pertama Desa Parengan Maduran dan Desa Wanar Pucuk,” terangnya.

Senada dengan Bupati Yes, Kepala Bakorwil Bojonegoro, Agung Subagyo mengungkapkan jika Dusun Tulung Desa Wanar sangat pantas dinominasikan menjadi Desa Devisa. Sehingga apa yang diupayakan para petani budidaya tanaman hias selama ini membuahkan hasil.

“Jika putaran komoditasnya ini bisa dipasarkan ke luar negeri, maka sangat real sekali jika Dusun Tulung Desa Wanar ini dinominasikan jadi Desa Devisa. Karena tahun ini Bu Gubernur diberi jatah 15 desa oleh LPEI untuk dinominasikan jadi desa devisa,” ucap Agung.

Kepala Desa Wanar, Ali Thohir, mengatakan, kesohoran tanaman hias yang dihasilkan masyarakat Desa Wanar tak lepas dari usaha seorang sesepuh Dusun Tulung  yang merantau hingga menjadi seorang tukang taman di Kota Pahlawan pada era 80-an.

Kenapa Desa Wanar dijuluki jadi ahlinya tukang taman? Kebetulan di Dusun Tulung ini dulu ada sesepuh yang merantau ke Surabaya tahun 80-an. Di sana awalnya menjual kompos dengan anaknya jual ke rumah-rumah orang yang kaya waktu itu. Lambat laun ada yang memakai jasa sesepuh tersebut untuk merawat tanaman di rumah orang.

“Tak hanya merawat tapi disuruh menata juga dan dilihat ada perkembangan menjadi indah. Nah dari situlah sesepuh tersebut mengajak saudaranya, tetangganya untuk jadi tukang taman. Kemudian dari situ merambah membuat tanaman hiasnya sendiri. Dari situlah cikal bakalnya,” kata Thohir di hadapan Bupati.

Thohir juga mengungkapkan, hampir 30 persen warganya menekuni usaha membuat tanaman hias yang dinilai sangat mempengaruhi perekonomian bagi warga desa.

“Indahnya Jakarta orang kami yang membuat tamannya, hijaunya Surabaya tukang kami yang mengerjakan. Dan hampir 30 persen warga menekuni tanaman hias, pemasaran hampir seluruh Indonesia, bahkan ke Brunei. Sangat prospek usaha ini,” imbuhnya. (ara, ins)

baca juga :

April, Penjualan Mobil Anjlok 90 Persen

Redaksi Global News

Gandeng Guru, TCSC Ajak Tekan Jumlah Perokok Anak

Redaksi Global News

Presiden Jokowi Minta Harga Tes PCR Turun Jadi Rp300 Ribu

Redaksi Global News