Global-News.co.id
Kesehatan Mataraman Utama

BKKBN Jatim Resmi Luncurkan Program Dashat di Kota Blitar

BKKBN Provinsi Jawa Timur meresmikan Program Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting), di Balai Kota Kusuma Wicitro Blitar

BLITAR (global-news.co.id) – Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur meresmikan Program Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting), di Balai Kota Kusuma Wicitro Blitar, Senin (28/3).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra Maria Ernawati, MM, menyampaikan stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya di bawah standar. Anak stunting pasti pendek, anak yang pendek belum tentu stunting.

“Di Indonesia angka prevalensi stunting sesuai sumber data dari SSGI adalah 24.4 %, dan untuk Jawa Timur 23,5 %, sedangkan di Kota Blitar capaian prevalensi stunting sebesar 12,9%, kami berharap nantinya Kota Blitar bisa menjadi kota rujukan bagaimana Kota Blitar sukses menurunkan angka stunting dan diharapkan Kota Blitar mampu menjadi zero stunting,” ujar Bu Erna.

Ia juga menuturkan, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur membentuk TPK (Tim Pendamping Keluarga) untuk mempercepat penurunan stunting. TPK beranggotakan bidan, TP PKK, dan Kader KB. Selain itu, BKKBN juga membentuk satgas stunting yang membantu memberikan masukan dan analisis aksi percepatan penurunan stunting, yang nantinya dimanfaatkan di kab/kota.

Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur juga membuat Dapur Dashat sebagai salah satu aksi percepatan penurunan stunting yang di-launching di Kota Blitar ini. Pemilihan Kota Blitar sebagai lokasi Launching Dashat tingkat Provinsi tidak lepas dari keberhasilan kota ini dalam menggerakkan kegiatan sosial dan kegotongroyongan serta saling membantu antara masyarakat yang mampu kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selanjutnya, Wakil Walikota Blitar, Ir H Tjutjuk Sunario, MM, mengatakan, Pemerintah Kota Blitar telah melakukan Aksi Konvergensi. Aksi ini terdapat 2 macam, yaitu sensitif dan spesifik. Dalam kegiatan aksi sensitif, Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas P3AP2KB telah membentuk TPK sebanyak 345 orang. Dalam aksi sensitif juga terdapat kegiatan pendampingan kepada calon pengantin. (ins, ret)

baca juga :

BPIH 2018 Naik Rp 345 Ribuan

Redaksi Global News

Tahun 2022, BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,8%

Redaksi Global News

Permudah Pemasaran Toko Kelontong dan UMKM, Pemkot Surabaya Akan Launching Aplikasi Peken

Redaksi Global News