Global-News.co.id
Nasional Sport Utama

Bepe Diperiksa Polisi soal Dugaan Penelantaran Anak

Mantan striker Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, telah diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penelantaran anak. (foto: cnn)

JAKARTA (global-news.co.id) – Mantan striker Timnas Indonesia Bambang Pamungkas (Bepe) telah diperiksa penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penelantaran anak pada Minggu (6/3) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E. Zulpan, mengungkapkan Bepe, sapaan akrabnya, mestinya diperiksa pada Senin (7/3). Namun, Bepe datang lebih awal dibanding agenda pemeriksaan yang dijadwalkan.

“Sudah diperiksa Minggu kemarin,” kata Zulpan kepada wartawan, Selasa (8/3).

Zulpan menyampaikan Bepe datang lebih awal karena ada kegiatan lain yang bertepatan dengan agenda pemeriksaan yang dijadwalkan.

Kendati demikian, Zulpan tak membeberkan keterangan apa saja yang digali oleh penyidik dalam pemeriksaan itu. Ia hanya mengatakan status Bepe dalam kasus ini masih sebagai saksi. “Statusnya masih saksi,” ucap Zulpan.

Sebelumnya, Zulpan pernah membeberkan bahwa dalam kasus ini penyidik turut mendalami bukti berupa putusan pengadilan agama.

Putusan pengadilan agama itu diketahui keluar setelah mantan istri Bepe, Amalia Fujiawati, mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama Kelas 1A Jakarta Selatan pada 18 Maret 2021 terkait status dan hak anak.

“Sekarang putusan pengadilan agama sudah menyatakan bahwa anak itu merupakan anaknya Bepe. Itu menambah data daripada penyidik untuk menangani kasus penelantaran anak,” kata Zulpan.

Zulpan mengatakan putusan pengadilan itu menjadi salah bukti bahwa anak tersebut merupakan buah hati Bepe dengan Amalia Fujiawati.

“Itu salah satunya. Kalau itu bukan anaknya bagaimana dia bisa dikatakan menelantarkan,” ujarnya.

Kasus dugaan penelantaran ini bermula dari laporan Amalia Fujiawati yang merupakan mantan istri Bepe ke Polda Metro Jaya.

Dalam laporan itu, Bepe dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 76 B juncto Pasal 77 B UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta. (cnn, ins)

 

baca juga :

Gemarikan Bantu Percepatan Penurunan Angka Stunting di Tulungagung

Titis Global News

Jika Sudah Siap, PSBB di Surabaya Bisa Diterapkan

Redaksi Global News

BPSDM Jatim Diminta Tak Kalah dengan Lembaga Pendidikan Lain

Redaksi Global News