Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Bantah Kasatpol PP, Walikota Eri Tak Melarang Bagi Takjil di Jalan

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan, Pemkot Surabaya tidak melarang bagi-bagi takjil di jalan

SURABAYA (global-news.co.id) –
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan, Pemkot Surabaya tidak melarang bagi-bagi takjil di jalan selama bulan Ramadan. Apa yang disampaikannya itu untuk meralat ucapan Kasatpol PP, Edy Cristijanto.

“Sapa sing ngelarang? Gak ada larangan. Di surat edaran itu bunyinya pembagian takjil yang di masjid jangan sampai berkerumun,” kata Eri, Rabu, (30/3).

Soal pembagian takjil di jalanan, Walikota Eri mengaku tidak ada larangan, tetapi harus diutamakan di masjid atau musala, serta panti asuhan. “Kalau dilakukan ya tidak ada larangan, karena takjil ini barakahnya banyak,” ujarnya.

Eri menyampaikan, bagi yang memberikan makanan kepada orang yang berpuasa maka sebesar itu akan diterima olehnya. “Kalau ditaruh di masjid panti asuhan, musala loh tambah besar pahalanya. Mana sih yang dilarang? Gak ana barokahe ngono,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan larangan bagi-bagi takjil di pinggir jalan dan sahur on the road, karena saat ini masih masa pandemi. Eddy berharap warga bersabar dan tidak melakukan bagi-bagi takjil di pinggir jalan maupun sahur on the road.

“Kalau ingin sedekah saat puasa, takjil, dan sahur ya melalui panti asuhan atau di tempat-tempat shelter/penampungan. Misal mau memberikan bantuan ke ojol ya diberikan ke shelter ojol, atau mau memberikan ke pengemudi ya di terminal,” ujarnya.

Eddy juga mengatakan pembagian takjil bisa dilakukan ke panti asuhan atau komunitas dan bukan di jalanan agar tidak mengganggu lalu lintas atau menimbulkan kerumunan di jalanan. “Ya kita lakukan pengawasan, baik dilakukan Satpol PP, BPBD, termasuk kecamatan,” lanjutnya.

Oleh karena itu, jika nantinya ditemukan warga yang melakukan bagi-bagi takjil di jalanan, maka pihaknya akan membubarkannya. Namun dipastikan secara halus dan humanis.

“Kami akan arahkan. Arahannya ke sana (dibubarkan) tapi kami lebih humanis dan edukatif kepada warga. Karena niatnya baik, kami edukasi dengan cara yang baik agar bisa membantu Pemkot dan masyarakat Surabaya,” ujarnya. (pur)

baca juga :

Positif Covid-19 Bertambah 3.636 Hari Ini, Jadi 218.382 Orang

Redaksi Global News

Aksi 1000 Lilin “Bebaskan Ahok” Padati Tugu Pahlawan

nasir nasir

59 Negara Tolak Kunjungan WNI, Pemerintah Indonesia Diminta Instrospeksi

Redaksi Global News