Global-News.co.id
Nasional Utama

Webinar Nasional, Eri Cahyadi Paparkan Program Kota Bersih Surabaya

Walikota Surabaya Eri Cahyadi menjadi pemateri dalam webinar nasional yang digelar Kemendagri RI, Selasa (15/2).

SURABAYA (global-news.co.id) – Walikota Surabaya Eri Cahyadi memaparkan program kota bersih yang diterapkan di Kota Pahlawan, Jatim. Hal itu diungkapkan saat menjadi pemateri dalam webinar nasional yang digelar  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Selasa (15/2).

Webinar yang diikuti oleh seluruh bupati dan walikota se-Indonesia dengan mengangkat tema “Kemendagri Mendorong Pemerintah Daerah Mewujudkan Kota Bersih” tersebut, Walikota Eri berbagi pengalaman tentang program kota bersih yang dilakukannya di Kota Surabaya.

“Program kota bersih itu harus dilakukan secara kompleks, tidak bisa dilakukan hanya dari satu sisi. Makanya, Pemkot Surabaya sejak awal berkomitmen menata guna lahan, mulai dari ruang terbuka hijau (RTH) hingga memperhatikan indeks kualitas tutupan lahan,” kata Eri saat paparannya di ruang kerjanya.

Menurut dia, RTH di Surabaya itu meliputi taman kota, taman hutan raya, jalur hijau dan taman, serta area konservasi mangrove. “RTH itu meningkat setiap tahunnya. Bahkan, untuk indeks kualitas tutupan lahan (IKTL), sesuai perhitungan Permen LHK 27 Tahun 2021, di Kota Surabaya juga terus naik,” kata Eri.

Selain tata guna lahan, Eri juga menjelaskan, pemkot juga memperhatikan kualitas air dengan membuat Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) komunal dan rumah tangga. Hingga saat ini, pemkot sudah membangun IPAL di 60 lokasi, sehingga diharapkan warga sekitarnya bisa ikut meniru pembangunan IPAL itu.

Sedangkan yang paling penting dalam program kota bersih, kata Eri, adalah persampahan. Saat ini, Kota Surabaya menghasilkan sampah sekitar 1.674,70 ton perhari. Sampah itu kemudian dilakukan pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan proses akhir sampah, yaitu berhasil menjadi listrik.

“Kini PLTSa kita sudah bisa menghasilkan 11 megawatt,” ujarnya.

Dalam pengolahan sampah, Walikota Eri menegaskan, peran serta masyarakat Surabaya sangat penting untuk mengurangi sampah. Bahkan, sampai saat ini Pemkot Surabaya juga terus mendorong masyarakat untuk sadar bahwa sampah itu bisa menghasilkan uang dan menguntungkan.

Dengan pelibatan masyarakat itu, Eri memastikan, perlahan pemkot berhasil mengatasi sampah di Surabaya.

“Pada akhirnya, saya juga sangat bersyukur karena Indeks Kualiatas Lingkungan Hidup di Kota Surabaya mengalami kenaikan, jika di tahun 2020 di angka 60,96, ternyata tahun 2021 naik menjadi 67,78,” katanya. (pur)

baca juga :

Menang Telak dari Persiraja, Teco Puji Peran Gelandang Hariono

Redaksi Global News

Pemenang Penghargaan Individu Piala AFF 2020, Indonesia Rebut Satu Gelar

Redaksi Global News

Integrasikan Operasional, SKK Migas Keluarkan Sistem IOC

Redaksi Global News