Global-News.co.id
Kesehatan Utama

TP PKK Berperan Turunkan Angka Stunting

 

Ketua TP PKK Jatim, Arumi Bachsin Dardak, dalam diskusi Peran PKK dalam membantu program pembangunan kesehatan selama 3 tahun kepemimpinan Khofifah – Emil Dardak di Dinkes Jatim Rabu (23/2).

SURABAYA (global-news.co.id) – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Jawa Timur (TP PKK Jatim) punya peran serta dalam pembangunan bidang kesehatan di Jatim. Hal itu terlihat dari program unggulan TP PKK Jatim, yaitu program penanggulangan Covid-19 dan penurunan angka stunting di Jatim yang kini jadi 23,5%.

“PKK harus bisa bermitra untuk melengkapi dan membantu program pemerintah. Dalam hal ini isu-isu yang berkait dengan keluarga terutama isu yang terjadi selama 3 tahun belakangan,” ujar Ketua TP PKK Provinsi Jatim, Arumi Bachsin Dardak, usai mengikuti Diskusi Peran PKK dalam membantu program pembangunan kesehatan selama 3 th kepemimpinan Khofifah – Emil Dardak di Dinas Kesehatan Jatim Rabu (23/2).

Dalam penanganan Covid-19, TP PKK Jatim telah melaksanakan beberapa kegiatan di 38 kabupaten/ kota. Di antaranya membagikan dan mengedukasi fungsi penggunaan masker kepada 26 juta masyarakat Jatim, khususnya kepada para Ibu sebagai ujung tombak pendidikan di keluarga. Selain itu, membagikan beras sebanyak 105 paket (20 ton) bagi penderita Covid-19 serta memberikan bantuan PMT (pemberian makanan tambahan) bagi ibu hamil dan balita di 38 kabupaten/ kota.

Untuk mendukung program pemerintah, PKK Jatim mengangkat 3 isu utama penanganan Covid-19, penurunan angka stunting, dan penguatan ekonomi masyarakat. Selanjutnya isu tersebut di-breakdown ke dalam masalah krusial yang ada dalam masyarakat, seperti angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), stunting, masalah sosial pada anak dan remaja, masalah sanitasi, serta pangan. “Dari masalah itu, PKK merumuskan beberapa program dan bermitra dengan Dinas-Dinas terkait, sehingga program ini bisa mengena,” lanjut Arumi.

Dicontohkan program panduan Posyandu yang lahir di masa pandemi. Semasa pandemi, ada keraguan Posyandu buka atau tutup. Leading sector Posyandu yang meliputi PKK, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan kemudian membuat panduan bagaimana Posyandu buka yang disesuaikan dengan zonasi saat itu, mengingat tiap daerah kondisinya berbeda.

Terkait pangan, TP PKK juga memiliki program Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) untuk menjaga ketahanan pangan dan gizi seimbang. Ini dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan untuk mengejar nilai gizi yang masih kurang. Yang juga menjadi kekhawatiran stunting, ibu hamil berisiko tinggi dan ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK). “Ini program yang aplikasinya paling jelas, pendampingan. Tiap satu kader mengawal mereka ini mulai hamil hingga masa nifas. Goal utamanya agar ibu hamil melahirkan bayi yang sehat dan tidak stunting di fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Arumi.

Istri Wagub Emil E.Dardak ini juga mengungkap kebanggaannya karena angka stunting di Jatim menurun. “Di masa awal pandemi, kita sulit menurunkan stunting. Pada 2019 angka stunting kita (Jatim) 26%, di masa pandemi sekarang justru turun jadi 23,5%. Ini merupakan achievement yang luar biasa,” katanya.

Sementara Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, Dr dr Santi Martini MKes, memuji peran yang sudah dilakukan TP PKK Jatim dalam pembangunan di Jatim, khususnya di bidang kesehatan. “Ini menunjukkan telah terjalin kerjasama yang baik antara Gubernur Jawa Timur sebagai pembina bersama Tim Penggerak PKK dalam penanganan Covid-19 serta upaya pencegahan maupun penurunan stunting di Jatim,” ujarnya.

Santi juga menyebut dari penerjemahan atas 3 isu besar, PKK berhasil mengidentifikasi kelompok rentan yang jadi sasaran kerjanya, yaitu, anak, remaja dan perempuan yang rentan secara ekonomi dan secara sosial.

Bukan hanya itu, PKK kini juga mengikuti isu climate change, peduli lingkungan lewat Desa Tanggap Bencana, masalah teknologi tepat guna, diversifikasi pangan, termasuk pula merespon revolusi industri 4.0 dengan menyiapkan data-data secara digital. (ret)

baca juga :

15 Pejabat dan Tokoh Agama Tuban Divaksin, Minus Bupati dan Wakil Bupati

Redaksi Global News

RUPS PLN Mengangkat Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PLN

gas

DID Rp 9,5 M Untuk Pemulihan Ekonomi Akibat Covid 19

gas