Global-News.co.id
Jember Raya Tapal Kuda Utama

Ritual Warga Nganjuk di Pantai Watu Ulo Jember Dibubarkan Polisi

Belasan warga dari Kelompok Trimurti Kejawen Kejayan asal Kabu Nganjuk di Pantai Watu Ulo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (26/2).

JEMBER (global-news.co.id) – Aparat kepolisian membubarkan ritual yang dilakukan belasan warga dari Kelompok Trimurti Kejawen Kejayan asal Kabupaten Nganjuk di Pantai Watu Ulo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (26/2).

“Kegiatan ritual Kelompok Trimurti Kejawen Kejayan itu dilakukan di Pantai Watu Ulo yang diikuti sebanyak 18 orang, termasuk sopir,” kata Kapolsek Ambulu, AKP Makruf, saat dikonfirmasi di Jember.

Menurutnya, warga sekitar pantai menyampaikan kepada Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, bahwa ada warga luar kota yang menggelar kegiatan ritual di Pantai Watu Ulo.

“Setelah mendapat laporan itu, Bhabinkamtibmas melaporkan ke saya dan secara tegas saya minta kegiatan ritual itu dibubarkan agar tidak terulang tragedi ritual maut di Pantai Payangan yang menewaskan 11 orang,” tuturnya.

Petugas gabungan langsung mendatangi lokasi Pantai Watu Ulo untuk mengingatkan warga yang melakukan ritual dengan menggunakan sebuah pengeras suara, agar mereka membubarkan diri dan naik ke daratan.

Petugas juga menyampaikan tragedi ritual di Pantai Payangan yang menewaskan 11 orang karena tergulung ombak laut selatan pada dua pekan lalu, sehingga meminta warga yang melakukan ritual untuk membubarkan diri dan naik ke daratan.

“Belasan warga asal Nganjuk tersebut akhirnya naik ke daratan dan petugas membawanya ke Mapolsek Ambulu untuk dimintai keterangan, serta diberi penjelasan bahwa lokasi tersebut berbahaya,” katanya.

Ia menjelaskan pihaknya memberikan arahan dan imbauan kepada warga Nganjuk agar tidak melakukan ritual di laut pantai selatan karena ombaknya tidak terduga karena beberapa pekan terakhir gelombang laut cukup tinggi.

“Setelah memberikan arahan, kami minta mereka kembali ke Nganjuk dan tidak melakukan ritual lagi di pantai selatan Jember demi keselamatan mereka sendiri karena ombak laut selatan berbahaya,” ujarnya.

Warga sekitar Pantai Watu Ulo sempat mengabadikan prosesi ritual yang dilakukan Kelompok Trimurti Kejawen Kejayan dan disebar ke sejumlah grup whatsapp. Dalam video itu menunjukkan kegiatan ritual merendam diri di muara Pantai Watu Ulo sambil mengangkat tangan seperti memohon doa.

Kegiatan ritual tersebut berjarak dua pekan dari peristiwa ritual maut di Pantai Payangan yang menewaskan 11 orang dan 12 orang selamat dari ganasnya ombak laut selatan. (ant, ins)

baca juga :

Sambut Hari Bhayangkara Ke-75, Polresta Sidoarjo Gelar Baksos Donor Darah

gas

Sudah Jalan Dua Pekan, Migor Rp 14 Ribu di Ritel Masih Kosong

Redaksi Global News

Pertaruhkan Lini Pertahanan di Laga Pertama Vs PSM

Redaksi Global News