Global-News.co.id
Madura Utama

Pemkab Pamekasan Tambah Anggaran Tingkatkan Gizi Makanan Pogram Simpati Lansia

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Program Simpati Lansia atau pemberikan makanan sehat kepada lansia sebatang kara tahun 2022 ini memasuki tahun kedua. Pemkab Pamekasan akan menambah anggaran untuk meningkatkan kualitas gizi dari makanan yang diberikan kepada lansia tersebut. Selain itu pada tahun ini juga ada penambahan jumlah penerima program tersebut.

Kepala Dinas Sosial Pamekasan Moh. Tarsun mengatakan penambahan kualitas gizi dilakulan dengan menaikkan anggaran. Kalau sebelumnya satu porsi makanan dengan kualitas gizi yang bagus nilainya Rp 17,5 ribu, kini dinaikkan menjadi Rp 20 ribu per porsi.

“Jadi kemarin itu memang anggaran kita Rp 17,5 ribu sudah termasuk pajak dan biaya pengantaran itu. Tahun anggaran 2022 alhamdulilah Bapak Bupati tahun ini bisa menginginkan tentang peningkatan gizinya, jadi kemarin dari Rp 17,5 ribu naik menjadi Rp 20 ribu, itu sudah termasuk pajak dan pengantaran,” kata Tarsun, Selasa (8/12/22).

Selain adanya penambahan kualitas gizi, pada tahun 2022 ini ada penambahan jumlah peserta atau penerima program ini. Pada tahun ini ada penambahan sebanyak 36 orang. Penambahan itu berdasarkan usulan dan data dari para petugas pegantar makanan yang bertugas di tiap kecamatan.

“Sejak dimulai pada tahun 2021 lalu, kekuatan anggaran kami hanya untuk 400 orang. Lalu ada yang meninggal dunia, maka usulan yang masuk itu kami gantikan bagi mereka yang meninggal dunia tersebut. Jadi sebenarnya bukan penambahan jumlah namun mengganti dari peserta yang meninggal,” kata Tarsun.

Tarsun mengatakan sejak dilaunching pada awal tahun 2021 lalu oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, hingga kini program Simpati Lansia ini berjalan lancar dan mendapat respon positif dari berbagai lapisan masyarakat. Masyarakat mengaku kegiatan ini betul- betul berdampak positif bagi warga lansia yang nonproduktif apalagi bagi mereka yang sebatang kara.

“Untuk program selanjutnya tahun 2022 ini tetap lanjut mulai awal bulan rutin tanpa jeda, langsung berlanjut mulai tanggal 1 Januari terus sampai sekarang tetap berjalan. Berkaitan dengan kriteria sama dengan tahun 2021 lalu, tetap lansia tidak produktif dan sebatang kara. Itu parameter yang kita lakukan penyampaian bantuan itu,” paparnya.

Ada usulan peserta baru? Tarsun mengakuinya. Usulan-usulan itu ditampung semua untuk bahan evaluasi. Dikatakan, di lapangan ada pendamping Lansia yang salah satu tugasnya memfilter usulan yang ada, untuk disesuaikan dengan kemampuan dan juga terkait dengan kapasitas jumlah orang yang bisa difasilitasi.

“Artinya tidak semua bisa kita tampung, kita sesuai dengan kuota yang ada. Tahun ini ada beberapa lansia yang memang di tahun anggaran 2021 yang meninggal. Nah di situlah kita gantikan dengan usulan yang baru, tetap kami seleksi sesuai dengan kriteria yang ada,” jelasnya.

Untuk mengantarkan makanan tiap hari ke rumah penerima bantuan, Pemkab mengangkat pendamping sebanyak 13 orang. Satu Kecamatan satu orang. Mereka mengantarkan makanan sehari dua kali pagi dan siang, atau disesuaikan dengan permintaan penerima bantuan. “Bisa diantarkan agak siangan agak sore, sesuai keinginan para lansia,” katanya. (mas)

baca juga :

Dewan Pers: Permohonan Pengujian Judicial Review UU Pers No. 40/1999 ke MK Harus Ditolak

gas

Jalani Perawatan, Bupati Gresik Sambari Halim Positif Covid-19

Redaksi Global News

Tekuk Persela, Singa Edan Rebut Lagi Puncak Klasemen Sementara

Redaksi Global News