Global-News.co.id
Kesehatan Nasional Utama

Pemerintah Percepat dan Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah terus berjuang untuk mencegah lebih banyak lagi korban yang terjadi

JAKARTA (global-news.co.id) – Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat upaya pencegahan guna meminimalisir dampak terburuk pandemi Covid-19, baik dari sisi kesehatan maupun sosial ekonomi lainnya. Salah satunya dengan terus mendorong upaya vaksinasi.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi Minggu (13/2), mengatakan, pasien yang memiliki komorbiditas dan belum mendapat vaksinasi lengkap adalah korban terbesar dari Covid-19.

Nadia menjelaskan berdasarkan data Kemenkes pada periode 21 Januari hingga 8 Februari 2022 menunjukkan dari 487 pasien Covid-19 yang meninggal, 66 persen di antaranya belum divaksinasi lengkap.

“Pemerintah terus berjuang untuk mencegah lebih banyak lagi korban yang terjadi, salah satunya dengan mendorong vaksinasi. Terutama bagi lanjut usia (lansia), orang yang memiliki komorbid, dan anak-anak harus dipercepat dan diperluas,” ujarnya.

Vaksinasi, lanjutnya, terbukti secara ilmiah mampu mengurangi risiko kesakitan dan kematian akibat terinfeksi Covid-19. Hingga saat ini vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia masih memiliki efektivitas yang baik untuk memproduksi antibodi bagi varian Covid-19 apapun termasuk Omicron.

Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dalam mengontrol lebih sedikit korban akibat Covid-19 adalah, pembatasan sosial, meningkatkan testing, tracing, dan treatment, serta mempersiapkan RS dan tenaga kesehatan.

Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tetap terkendali. Pada Minggu (13/2) pukul 18.10 WIB, pasien yang dirawat di rumah sakit secara nasional di 31 persen, naik hanya satu persen dibanding Sabtu (12/2).

Untuk memenuhi kebutuhan oksigen di dalam negeri, Nadia mengatakan Kemenkes berkolaborasi dengan pihak swasta serta juga pemerintah negara lain, telah menyebarkan 18.000 oksigen konsentrator ke 34 provinsi.

Kemenkes juga tengah membangun 36 generator oksigen, 20 di antaranya sudah terinstalasi di berbagai provinsi di Indonesia dan jumlah ini masih akan terus bertambah.

Untuk menekan kasus kematian menjadi lebih banyak lagi, Kemenkes telah menetapkan kebijakan agar hanya masyarakat yang bergejala sedang hingga kritis atau yang memiliki komorbid saja yang dirawat di rumah sakit.

Dengan begitu, jelas Nadia pasien yang bergejala ringan diimbau untuk isolasi mandiri (isoman) di rumah atau isolasi terpusat (isoter) di tempat-tempat yang disediakan pemerintah seperti di RSDC Wisma Atlet, Rusun Nagrak, Ngawi, dan Pasar Rumput di Jakarta.

Dalam masa isoman maupun isoter, Kemenkes memberikan layanan konsultasi kesehatan secara gratis baik melalui platform telemedisin maupun dari petugas kesehatan yang ada di puskesmas.

Selain itu, katanya, Kemenkes juga menyediakan paket obat dan multivitamin bagi pasien isoman dan isoter secara gratis agar segera pulih. Masyarakat juga diharus perketat protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19.

“Masyarakat diimbau agar memperkuat protokol kesehatan untuk menjaga diri dari tertular Covid-19. Lengkapi vaksinasi dan lakukan vaksinasi booster apabila sudah saatnya menerima booster,” kata dia. (ip, ins, kmk)

baca juga :

Atasi Persoalan Sungai Brantas, Pemprov Kolaborasi dengan 16 PTN Lewat Format KKN

Redaksi Global News

Unej Serahkan Bantuan Peduli Semeru, LP2M Siap Bantu Recovery

Redaksi Global News

Tak Sadarkan Diri, Kondisi Syekh Ali Jaber Dikabarkan Memburuk

Redaksi Global News