Global-News.co.id
Madura Utama

Dinamika Lomba Mapel Sekolah Favorit di Pamekasan: SMAN 1 Tetap Favorit, SMAN 2 Ubah Strategi, SMAN 3 Puas Beri Ruang Berprestasi

Taufiqurrahman Kepala SMAN 3 saat memberi hadiah pada pemenang Amfibi.
Sejak tahun 1997 sekolah tingkat SLTP hingga SLTA di Pamekasan menggeler lomba mata pelajaran atau mapel. Ini digelar dalam rangka memotivasi semangat belajar dan berprestasi  bagi para siswa. Selain itu lomba ini digelar sebagai sarana merekrut siswa terbaik menjadi siswa di sekolah penyelenggara lomba. Kini bagaimana dinamika lomba tersebut? 
Oleh Masdawi Dahlan
SALAH satu sekolah yang hingga kini terus menggelar  lomba itu adalah SMAN 1 Pamekasan. SMAN favorit di bumi Gerbang Salam ini menggelar lomba bernama Phytagoras yang terdiri dari lomba mata pelajaran Fisika, Matematika, Geografi, Bioliog dan Bahasa Inggris. Pesertanya siswa SLTP dan yang sederajat. Hingga kini SMAN 1 tetap menggelar lomba ini karena minat para siswa SLTP masih besar untuk mengikuti Phytagoras.
Kepala SMAN 1 Pamekasan, Drs Mohamad Arifin MPd mengatakan sekolah yang dipimpinnya masih terus menggelar Phytagoras, karena lomba mata pelajaran ini masih diminati para siswa SLTP. Alasan besarnya minat para siswa karena jika berhasil jadi pemenang mereka ingin bisa diterima tanpa test menjadi siswa  SMAN 1 Pamekasan.
Moh Arifin mengakui selain untuk memotivasi siswa  SLTP meningkatkan prestasi, lomba ini digelar juga sebagai sarana untuk menjaring siswa terbaik untuk diterima menjadi siswa unggulan di SMAN 1 Pamekasan. Para juara lomba masing-masing bidang studi mendapatkan tiket diterima manjadi siswa di SMAN 1 Pamekasan tanpa test.
“Alhamdulillah pemenang Phytagoras pada umumnya memang mempunyai keinginan masuk di SMA 1. Dan Alhamdulillah dari  yang saya pantau terakhir ini, anak anak yang menjadi juara di Phytagoras itu 100  persen memilih masuk SMA 1. Artinya anak anak itu dari awal mengikuti lomba itu, memang ingin diterima di SMA 1 melalui jalur prestasi itu,” ungkap Arifin, Senin (21/2/22).
Selain Phytagoras, SMAN 1 Pamekasan juga menggelar lomba bernama Kompas atau kompetisi pendidikan agama dan sains. Kompas ini merupakan lomba yang memadukan antara sains dan agama. Para juara dari lomba ini juga mendapatkan tiket masuk di SMAN 1 Pamekasan tanpa test.
 “Minat siswa tetap tinggi ikut lomba jalur prestasi, bahkan dari luar Pamekasan yakni Bangkalan, Sumenep dan Sampang. Makanya di jalur prestasi ini kita memang efektifkan  betul untuk dapat menseleksi anak anak yang mempunyai kompetensi dibidangnya dan kemudian mempunyai keinginan tinggi masuk ke sekolah kita,” tuturnya.
Muhammad Arifin kepala SMAN 1 Pamekasan.
Factor pendukung lain yang menyebabkan para siswa lulusan SLTP ingin masuk SMAN 1, kata Arifin, karena hingga kini SMAN 1 masih bertahan menjadi satu satunya SMAN di Madura yang menjadi langganan juara Kompetisi Sains Nasional (KSN) yang digelar tiap tahun oleh pemerintah. Bukan hanya tingkat nasional, KSN yang sebelumnya berasama OSN itu,  SMAN 1 Pamekasan beberapa kali telah  menjadi langganan menjadi juara tingkat internasional.
Selain itu, lanju Arifin, para lulusan SMAN 1 Pamekasan hingga kini banyak diterima di berbagai perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia, diantaranya UI, ITB, IPB, UGM, Unair, ITS dan PTN maupun PTS terkenal lainnya. Dan yang tak kalah pentingnya pada tahun 2021 lalu SMAN 1 Pamekasan masuk dalam peringkat 330 dari 1000 SMAN favorit tingkat nasional.
Ghifari SMAN 2
Sekolah yang juga menggelar lomba mata pelajaran  jelang rekrutmen siswa baru adalah SMAN 2 Pamekasan. Sekolah yang beralamat di Jl Jokotole Pamekasan ini selama ini menggelar lomba bernama Amuba. Namun dua tahun terakhir lomba itu tidak digelar dan akan diganti dengan lomba bernama Ghifari yang akan dilaksanakan mulai rekrutmen siswa baru mendatang.
Kepala SMAN 2 Pamekasan Drs Ali Umar Arhab MPd mengatakan perubahan jenis lomba dilakukan sebagai strategi untuk memberikan warna lain bagai para siswa peserta lomba. Dia mengatakan lomba Ghifari yang akan dilaksanakan ini bukan lomba mata pelajaran, namun lomba menghafal Al Quran dan tilawatil Quran.
“Kalau yang kemarin itu cenderung ke bidang studi, kalau yang akan datang ke keagamaan. Jadi insya Allah akhir Maret SMA 2 ini akan menggelar lomba hafalan quran dan tilawah. Untuk sementara ini yang digelar adalah juz 30 sehingga harapannya anak anak yang bisa ikut dalam lomba ini lebih banyak, ” tuturnya.
Para juara lomba Ghifari itu, kata Umar,  bisa direkrut menjadi siswa SMAN 2 tanpa test. Pihak SMAN 2 Pamekasan kini tengah menyiapkan kegiatan ekstra pengembangan bidang hafalan dan tilawatil quran tersebut. Ini dilakukan agar kemampuan hafalan dan tilawatil quran siswa yang telah masuk di SMAN 2 tetap terbina dan berkembang.
“Apalagi belakangan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, kini banyak PTN yang merekrut mahasiwa baru melalui hafalan quran. Yang kedua, kita akhir-akhir ini pembinaan anak memang perlu pendekatan keagamaan. Dengan pembinaan hafalan dan tilawah ini diharapkan akan menumbukan karakter religius yang  bagi siswa,” katanya.
Amfibi di SMAN 3
Sementara di SMAN 3 Pamekasan, yang kampusnya beralamat di Jalan Pintu Gerbang, lomba yang digelar selama ini bernama Amfibi, ajang lomba bidang studi matematika, fisika, biologi dan bahasa Inggris.  Ajang ini sebelumnya sempat digelar se Jawa Timur dengan merebutkan piala Gubernur Jatim. Namun kini hanya digelar tingkat Madura saja.
Kepala SMAN 3 Pamekasan Drs Muhammad Taufiqurrahamn Amin mengatakan Amfibi digelar dengan harapan selain tercipta semangat belajar dan berprestasi bagi siswa STP, juga sebagai sarana merekrut siswa terbaik untuk  memasuki kelas unggulan di SMAN 3 Pamekasan.
Namun diakuinya seiring dengan perjalanan waktu dengan berbagai perubahan regulasi kebijakan pendidikan, minat para lulusan SLTP mengikuiti Amfibi makin berkurang. Terutama siswa yang berasal dari Jawa. Meski demikian Amfibi tetap digelar sekalipun hanya tingkat Madura saja.
 “SMA 3 tetap menggelar, karena tujuan utamanya  memfasilitasi anak berprestasi, sekalipun itu tidak serta merta kemudian masuk ke sekolah kami. Namun harapannya bisa masuk ke sekolah kami sesuai dengan apa yang ada, kemudian dengan fasilitas yang nanti diberikan kepada anak anak para juara itu,” katanya.
Taufiq mengakaui tidak perlu berbangga dengan prestasi besar yang pernah dicapai SMAN 3 pada tahun tahun awal  digelarnya Amfibi, karena perubahan akan pasti terjadi.  Apalagi lomba ini digelar bukan semata untuk mendapatkan murid terbaik yang bisa masuk di SMAN 3, akan tetapi SMAN 3 Pamekasan ingin ikut memberikan ruang kesempatan siswa mengasah potensi dalam kompetisi. (*)

baca juga :

Layanan Adminduk Kota Surabaya, Capaian Kinerja Lampaui Target Nasional

Redaksi Global News

2 Produk Inovasi Unair Diluncurkan Presiden di Hari Kebangkitan Nasional

Redaksi Global News

28 Juni: Tambah 1.198, Positif COVID-19 di Indonesia 54.010 Orang dan 2.754 Meninggal