Global-News.co.id
Jember Raya Nasional Utama

Bupati Paparkan Strategi Percepatan Penanggulangan Bencana di Lumajang

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dalam diskusi Outlook Penanggulangan Bencana yang diadakan oleh PPI Dunia secara virtual

LUMAJANG (global-news.co.id) –
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq memaparkan strategi penanganan bencana erupsi Gunung Semeru dalam diskusi Outlook Penanggulangan Bencana yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia secara virtual melalui video conference, Minggu (13/2).

Bupati menjelaskan, ketika erupsi terjadi pada 4 Desember 2021 lalu dirinya langsung mengintruksikan jajarannya dibantu dengan TNI-Polri serta relawan untuk memaksimalkan evakuasi warga.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi seperti makanan siap saji dan pakaian layak pakai, malam itu juga Pendopo Arya Wiraraja disulap menjadi posko utama sebagai pusat pendistribusian bantuan yang terkumpul dari masyarakat.

“Malam hari saya langsung turun bersama Ibu Wakil Bupati. Bu Risma (Mensos, red) juga langsung turun. Malam itu juga kita lakukan evakuasi dan penanganan kebutuhan mendesak dan kebutuhan mendasar bagi para pengungsi,” kata dia.

Bupati menjelaskan sembari memaksimalkan proses evakuasi dan tempat pengungsian warga, ia juga bergerak cepat melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk melakukan telaah tempat relokasi warga pasca penanganan bencana.

Gerak cepat bupati direspon positif oleh Presiden RI, Joko Widodo melalui Menteri LHK dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Menteri terkait penggunaan lahan Perhutani seluas 81 hektar untuk relokasi masyarakat terdampak bencana erupsi Gunung Semeru.

“Sambil tempat pengungsian yang terus dibenahi, kami juga melakukan telaah mana tempat (relokasi, red) yang aman sehingga masyarakat betul-betul mendapatkan tempat yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, bencana erupsi Gunung Semeru menjadi atensi nasional sehingga bantuan berduyun-guyun datang. Hingga akhirnya ia memutuskan seluruh donasi berupa uang tunai dipusatkan dan dikelola melalui Baznas Lumajang untuk pembangunan hunian sementara beserta sarana penunjang lainnya.

Jembatan Gladak Perak yang menjadi satu-satunya akses masyarakat juga mendapatkan respon dari pemerintah pusat. Pemerintah pusat memutuskan membangun jembatan gantung sementara dan jembatan permanen sebagai pengganti Jembatan Gladak Perak yang terputus akibat erupsi Gunung Semeru.

“Termasuk juga disetujuinya lahan relokasi yang diperintahkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Jadi cepat begitu kami laporkan tidak panjang lebar, Pak Presiden melihat langsung bagaimana dampak erupsi ini,” jelasnya.

Saat ini Pemkab Lumajang dibantu para relawan beserta NGO tengah mengebut proses pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap agar masyarakat kembali memulai hidup baru bersama keluarganya dengan aman dan nyaman. Ia menargetkan dalam waktu dekat penyintas erupsi Semeru segera pindah ke tempat relokasi. (kmj, lmj)

baca juga :

Beasiswa Pemkab Blora untuk Keluarga Kurang Mampu, 18 Cama ke PEM Akamigas

Redaksi Global News

LKPD Pamekasan Raih Opini WTP ke- 6

gas

Halal Bihalal, Merajut Persatuan Menuju Indonesia Hebat

gas