Global-News.co.id
Gresik-Sidoarjo-Mojokerto Kesehatan Utama

BKKBN Jatim Upayakan Kota Mojokerto Jadi Wilayah Zero New Stunting

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Dra Maria Ernawati, MM, berkunjung ke kediaman Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari, (17/2).

SURABAYA (global-news.co.id) –  Kepala Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim, Dra Maria Ernawati, MM, berkunjung ke kediaman Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari, Kamis (17/2).

Kunjungan tersebut untuk membahas program Bangga Kencana di wilayah Kota Mojokerto dengan harapan mewujudkan Kota Mojokerto sebagai percontohan wilayah zero new stunting di Jawa Timur.

Menurut Data SSGI 2021, Kota Mojokerto memiliki prevalensi stunting paling rendah di Provinsi Jawa Timur, yakni hanya 6,9%. Angka tersebut jauh lebih rendah dari angka nasional dan target presiden. Oleh karena itu, BKKBN Jatim meminta dukungan Walikota Mojokerto agar dapat mewujudkan konvergensi penurunan stunting serta mewujudkan Kota Mojokerto sebagai percontohan wilayah zero new stunting di Jawa Timur.

“Kemarin hasil SSGI 2021 terendah adalah Kota Mojokerto, 6,9%. Kami punya keinginan menjadikan Kota Mojokerto sebagai pilot project wilayah zero new stunting. Kami mengharap selevel desa atau kelurahan di Kota Mojokerto ini menjadi percontohan bagi desa-desa yang lain,” ungkap Bu Erna.

Kota Mojokerto memiliki total 18 kelurahan yang telah siap menyambut aksi konvergensi percepatan penurunan stunting melalui Tim Pendamping Keluarga yang terlatih.

“Bersama BKKBN Jatim, kami membentuk Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari tiga unsur, yaitu Kader KB, Bidan dan Kader PKK. Tim ini yang akan mendampingi keluarga baik yang berstatus stunting maupun tidak dari 18 kelurahan, 10 kelurahan memiliki prevalensi stunting yang sangat rendah,” lanjut Kepala Dinkes.

Selanjutnya Ning Ita menanggapi, Kota Mojokerto berupaya mengembalikan semua dinas kepada indikator kinerja utama dan SPM, sehingga program yang dihasilkan selalu berkesinambungan dan tidak terputus di tengah jalan.

Percepatan penurunan stunting ini adalah 1 dari 40 SPM yang harus diupayakan karena target utama pemimpin daerah adalah IPM (indeks pembangunan manusia).

“Sebenarnya SPM utama dari program Bangga Kencana ini adalah penurunan AKI dan AKB. Dalam program penurunan stunting ini sebenarnya bisa meng-cover dua hal tersebut. Oleh karena itu, ibu hamil ini memerlukan pendampingan dan pembentukan TPK adalah hal yang baik,” lanjut Ning Ita.

Dalam kunjungan ini, Kepala BKKBN Jatim didampingi Koordinator Bidang Latbang BKKBN Jatim, Sukamto, SE, MSi, dan Koordinator Bidang KBKR, Waluyo Ajeng Lukitowati, SSt, MM. (kmf, jnr, ins)

baca juga :

Sukses Clean-sheet, Gianluca Wajib Kerja Keras

Redaksi Global News

Dua Tahun Pemerintah RI Tak Berangkatkan Haji, Ini 8 Pertimbangannya

gas

Pemkab Pamekasan Akan Libatkan Tokoh Tekan Penderita Kusta

gas