Global-News.co.id
Kesehatan Nasional Utama

Warga Semangat Ikuti Vaksinasi Booster

Prof Dr Philip Wijaya mendapatkan suntikan booster di Kantor Disnaker Jatim disaksikan Plt Sekdaprov Heru Tjahjono dan beberapa direktur rumah sakit, Rabu (12/1).

SURABAYA (global-news.co.id) – Pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 booster (penguat) pada Rabu (12/1). Di Jawa Timur, pencanangan (kick off) vaksinasi booster ini dilaksanakan serentak di 5 kota/kabupaten, yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, dan Banyuwangi.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, pencanangan ini dilaksanakan di Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur karena bertepatan dengan upacara Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Disebutkan, vaksinasi termasuk hal yang strategis untuk perlindungan kesehatan dan keselamatan tenaga kerja.

Menurut Khofifah, mereka yang sudah melaksanakan vaksin 2 kali (dosis 1 dan dosis 2) dan sudah 6 bulan bisa mengakses layanan kesehatan terdekat untuk vaksinasi booster (dosis 3). Dia mengingatkan, percepatan vaksinasi ini terutama untuk para lanjut usia (lansia), kemudian mereka yang bergerak di layanan-layanan lini terdepan, layanan publik.

“Jangan lupa, kelompok remaja SMA/SMK karena mereka sudah mulai PTM (pembelajaran tatap muka), serta anak-anak usia 6-11 tahun. Artinya ini nanti akan barengan. Dan yang belum divaksin atau belum lengkap vaksinasinya, pastikan seluruh kabupaten/kota untuk melakukan percepatan. Kemudian yang sudah bisa dimulai booster,” ujarnya di sela kegiatan pencanangan vaksinasi booster di Disnaker Jatim, Rabu (12/1).

Pelaksanaan vaksinasi booster yang juga dihadiri Plt Sekretaris Daerah Jatim, Heru Tjahjono, itu diikuti 100 orang dari kalangan guru, pengurus masjid, organisasi masyarakat, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB), dan wartawan. Salah seorang yang mendapat vaksin booster adalah Prof Dr Philip Wijaya dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).

Usai disuntik vaksin, Profesor Philip Wijaya mengatakan, vaksin bermanfaat untuk meningkatkan imun secara signifikan. Karena itu dia senang sekali berkesempatan mendapatkan vaksin booster di hari pertama pencanangan.

“Senang sekali, makanya pagi-pagi saya sudah datang. Itu menunjukkan semangat dan saking senangnya. Dulu saya (primernya) pakai Sinovac, sekarang booster pakai AstraZeneca,” ujar Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia itu.

Philip menyebut, Indonesia sudah bisa mengendalikan pandemi sedemikian bagusnya di mata dunia. “Karena itu, alangkah baiknya kalau itu bisa kita pertahankan untuk kemajuan ekonomi Indonesia. Vaksin ini penting untuk keselamatan,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Dr dr Erwin Astha Triyono SpPD, mengatakan, program vaksin Covid-19 booster yang diberikan secara gratis ini sudah bisa diberikan kepada lansia di seluruh kabupaten/kota. Sedangkan bagi nonlansia, baru bisa diberikan bagi kabupaten/kota yang sudah mencapai 70% total dosis 1 dan 60% dosis 1 lansia.

Diungkapkan, dari 38 kabupaten/kota di Jatim, baru 28 yang memenuhi syarat untuk nonlansia dapat booster. “Kalau untuk lansia, semua kota/kabupaten boleh mengerjakan,” katanya.

Sasaran vaksinasi Covid-19 booster ditujukan bagi masyarakat berusia 18 tahun ke atas dengan prioritas lansia, serta masyarakat risiko tinggi seperti penderita imunokompromais dan sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap atau 2 kali suntik dan minimal 6 bulan setelah penyuntikan dosis ke-2.

Vaksinasi Covid-19 booster yang diberikan mulai 12 Januari 2022 ini sesuai dengan pertimbangan para peneliti dalam dan luar negeri serta sudah dikonfirmasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), antara lain untuk vaksin primer (dosis pertama dan dosis kedua) Sinovac akan diberikan vaksin booster setengah dosis Pfizer atau AstraZeneca. Untuk vaksin primer AstraZeneca akan diberikan vaksin booster setengah dosis Moderna.

“Seluruh kombinasi sudah mendapatkan persetujuan dari BPOM dan juga rekomendasi dari ITAGI . Kombinasi vaksin booster juga sudah sesuai dengan rekomendasi WHO, di mana pemberian vaksin booster dapat menggunakan vaksin yang sejenis atau homolog atau juga bisa vaksin yang berbeda atau heterolog,” tandas Erwin.

Heterolog diartikan sebagai vaksinasi booster yang menggunakan jenis vaksin berbeda dengan dosis pertama dan dosis kedua. Sementara Homolog merupakan vaksinasi booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama seperti vaksinasi dosis pertama dan kedua.

Erwin menyebut, Pemerintah Provinsi melalui kabupaten dan kota terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi primer. “Dosis 1 dan 2 dimaksimalkan, begitu juga anak-anak usia 6 tahun sampai 11 tahun. Booster jadi pilihan berikutnya. Masing-masing kabupaten kota sudah punya petanya, seperti Surabaya tentu punya target-target mana yang akan disasar,” katanya.

Pemberian booster sendiri, lanjutnya, makin cepat makin baik. Vaksinasi booster ini akan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah seperti Puskesmas, rumah sakit pemerintah, maupun rumah sakit milik pemerintah daerah serta pos vaksinasi lainnya yang ditentukan oleh daerah masing masing.

Tercatat pada 11 Januari 2022 hanya terdapat 7 kasus aktif, komulatif angka positif sebesar 67.096, kesembuhan mencapai 64.531, dan meninggal 2.558. (ret)

baca juga :

GIIAS 2020 Batal Digelar, Mulai Lagi Tahun Depan

Redaksi Global News

PWI Jatim gelar UKW dengan Terapkan Protokol Kesehatan

gas

Cegah Penularan Covid-19 di Kalangan Lansia, Pemkot Surabaya Beri Vitamin dan Pulse Oximeter

Redaksi Global News