Global-News.co.id
Madura Utama

Tahun 2022 Pamekasan Akan Bangun 91 Wamira

Muttaqien, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pamekasan

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Pada tahun 2022 ini Pemkab Pamekasan merencanakan membangun sebanyak 91 Warung Milik Rakyat (Wamira), yang akan tersebar di seluruh Pamekasan. Sekali pun tidak di semua desa, pertokoan semi modern itu akan dibentuk tiap desa minimal satu unit Wamira.

“Itu rencananya tersebar di titik titik di desa-desa hanya belum semua desa. Nanti akan kita dahului dengan survey ke lapangan untuk menetapkan titik titik yang memungkinkan dibangunnya Wamira itu,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pamekasan Muttaqien, Senin (31/1/22).

Muttaqien menjelaskan Wamira ini didirikan tujuannya untuk memfasilitasi produk UMKM yang selama ini masih kesulitan teknik maupun tempat pemasaran. Hadirnya Wamira di desa-desa, kata dia, diharapkan produk UMKM dapat memiliki tempat yang strategis untuk memasarkan dan menjual produknya.

Selain dari itu, lanjut Muttaqien, masyarakat atau para pembeli tidak akan kesulitan untuk mencari informasi ke mana harus membeli dan mendapatkan barang barang yang menjadi kebutuhan, utamanya berbagai produk yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

Dengan dibangunnya Wamira di 91 titik se Pamekasan, kata Muttaqien, maka separuh desa dari 187 desa yang ada di Pamekasan sudah ada Wamiranya. Ini merupakan jumlah yang sangat strategis untuk membangkitkan ekonomi UMKM dan mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhannya.

“Selain dipromosikan secara digital, produk UMKM itu juga perlu dipromosikan dengan disediakan tempat yang strategis. Selain dipromosikan di digital juga ada tempat di toko barang dan itu kalau 91 jumlahnya sekitar separuh desa di kabupaten ini akan sangat membantu,” katanya.

Hingga akhir tahun 2021, lanjut Muttaqien, Wamira yang telah terbentuk tersebar se Pamekasan baru 8 unit, yang tersebar Kecamatan Pamekasan, Tlanakan, Larangan, Proppo, Waru, Pakong, Palengaan dan di Stadion Pamelingan. Dan juga tersedia 6 Wamira yang berbentuk rombong mobile yang bisa dipindah jika ada keramaian di berbagai tempat.

“Saat ini kami masih menyiapkan konsep. Anggarannya tiap Wamira Rp 50 juta. Karena itu kita masih siapkan dokumen perencanaanya itu. Nanti kalau dokumen perencanaannya sudah siap baru kita ngirim tim untuk survey ke lapangan ke lokasi lokasi yang memungkinkan dibangun Wamira tersebut,” tuturnya.

Karena tersebar ke desa desa, kata Muttaqien, bentuk bangunan Wamira nanti masih belum membutuhkan tempat yang luas. Yang penting berdiri di tempat yang layak dan strategis untuk mempromosikan produk UMKM. Karena UMKM yang akan dibina masih baru dan perlu pembinaan yang maksimal termasuk dalam permodalan.

“Mereka untuk memproduksi saja masih belajar, jadi harus banyak didukung memang. Karena usaha baru ini memang sangat banyak kendalanya, selain butuh keterampilan untuk memproduksi mereka mungkin kesulitan permodalannya, mungkin juga pemasarannya. Makanya kita sebisa mungkin bantu mereka,” paparnya.

“Harapan Bapak Bupati Baddrut Tamam, kita bekerja dengan sungguh sungguh bekerja lebih keras jangan kerja biasa biasa saja, karena kita berharap hasil yang luar biasa. Ya targetnya itu 91 bisa selesai tahun ini dan bisa bermanfaat bgi masyarakat khususnya bagi pengusaha baru itu,” pungkasnya. (mas)

baca juga :

Badrut Tamam : Beasiswa Santri Menuju Santri Tangguh Berdaya Saing

gas

KPK Akui Sudah Lama Lakukan Penyadapan terhadap Bupati Sidoarjo

Redaksi Global News

Semakin Intensif, Razia Protokol Kesehatan di Surabaya Dilakukan Siang dan Malam

Redaksi Global News