Global-News.co.id
Koperasi dan UKM Metro Raya Utama

Ribuan UMKM di Kota Surabaya Kantongi Izin Usaha

Ribuan pelaku UMKM di Kota Surabaya, mengantongi izin usaha, setelah Pemkot setempat melakukan aksi jemput bola

SURABAYA (global-news.co.id) – Ribuan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Surabaya, Jawa Timur, mengantongi izin usaha. Itu setelah pemerintah kota setempat melakukan aksi jemput bola untuk memfasilitasi UMKM.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Rabu (5/1), mengatakan, Dinas Perdagangan Surabaya telah menggelar road show keliling ke 31 kecamatan untuk melakukan sosialisasi sekaligus mendampingi para pelaku UMKM dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Izin usaha ini penting karena menjadi pintu masuk bagi keseluruhan program pengembangan UMKM. Mau akses modal, perlu izin usaha. Mau akses pendampingan go digital dari pemkot, harus yang sudah punya izin usaha. Mau terlibat akses program di APBD, harus punya izin usaha. Dan sebagainya,” ujar Walikota Eri Cahyadi.

Menurut dia, kalau UMKM tidak punya izin usaha, maka tidak akan bisa berkembang. Maka dari itu, lanjut dia, tugas Pemkot Surabaya harus hadir, mendampingi UMKM sampai mendapatkan izin.

Eri menambahkan, dalam Online Single Submission (OSS) atau sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik, terdapat beberapa langkah di mana pelaku UMKM perlu pendampingan. Misalnya, harus punya email aktif, di mana pelaku usaha terutama skala mikro terkadang tidak memilikinya.

“Itu kami dampingi. Sekaligus ini jadi modal awal masuk go digital, karena untuk berbagai platform digital marketing itu mensyaratkan email. Kita ingin semua UMKM Surabaya go digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, kelengkapan izin usaha juga sekaligus akan menjadi basis data UMKM Surabaya. “Kami tahu detail, misalnya UMKM yang bergerak di bidang kue berapa, yang bergerak di bidang jahit berapa, sepatu berapa dan sebagainya. Jadi ketika ada program pemkot, kita bisa langsung tahu sasarannya,” katanya.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Perdagangan Kota Surabaya, Farida Fitrianing Arum, menambahkan, pihaknya bersinergi dengan kecamatan dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar road show di 31 kecamatan se-Surabaya. “Kita mulai awal Desember 2021,” ujarnya.

Menurut Farida, dalam sehari pihaknya bisa melakukan sosialisasi sekaligus pendampingan di 3-4 lokasi. Rata-rata setiap lokasi atau setiap kecamatan menghadirkan sekitar 50 pelaku UMKM, bahkan ada yang sampai 100 UMKM.

“Kalau diitung setiap kecamatan 50 UMKM, berarti di bulan Desember saja total ada 1.550 UMKM yang sudah kita bantu menguruskan izin usahanya atau NIB-nya. Dan ini terus berlanjut,” katanya.

Selain itu, persyaratannya juga sangat mudah, para pelaku UMKM cukup membawa KTP Surabaya, harus punya email aktif, harus punya NPWP, dan gadget yang support. Jika itu sudah lengkap semuanya, lalu tim pendamping dari Dinas Perdagangan dan DPMPTSP mendampingi pengisiannya.

Sementara itu, Anna Maydawati, salah satu pelaku UMKM yang mengikuti program ini di Kecamatan Gunung Anyar mengaku sangat senang karena usahanya yang bergerak di bidang mainan edukasi itu sudah mengantongi izin usaha.

“Alhamdulillah langsung selesai, dan prosesnya sangat singkat, paling saya prosesnya 10 menitan langsung jadi,” katanya. (pur)

baca juga :

Pengusaha Sambut Positif Kementerian Investasi, tapi Kewenangan Harus Ditambah

gas

Gubernur Khofifah Sebut Peringatan May Day 2020 Diselimuti Keprihatinan

Berhasil Serahkan 172 Sertifikat, Risma Beri Penghargaan Jajaran BPN Surabaya I dan II

Redaksi Global News