Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

Kurangi Ketergantungan Impor, Kementerian ESDM Mulai Eksplorasi Batubara Metalurgi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan eksplorasi batubara metalurgi di 22 lokasi. (foto: Antara)

JAKARTA (global-news.co.id) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan eksplorasi batubara metalurgi di 22 lokasi yang tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (23/1), mengatakan, eksplorasi itu bertujuan untuk kepentingan industri dalam negeri, karena selama ini Indonesia masih mengimpor batubara metalurgi dari luar negeri.

“Selama ini Indonesia mengimpor batubara jenis ini dan kita belum punya tambang sendiri untuk industri,” kata Ridwan.

Berdasarkan data peta jalan pengembangan dan pengembangan batubara prognosa realisasi 2021, Indonesia melakukan impor batubara metalurgi sejumlah 7,9 juta ton.

Kementerian ESDM lantas melakukan kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya batubara metalurgi, agar Indonesia tak lagi mengimpor komoditas tersebut.

“Untuk mengatasi impor itu akan melakukan substitusi impor dan sudah melakukan eksplorasi di 22 lokasi di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Dalam catatan Kementerian ESDM, batubara metalurgi merupakan batubara kalori tinggi yang memiliki karakteristik tertentu yang menghasilkan kokas.

Kokas diproduksi dengan jalan memanaskan batubara metalurgi dalam oven pada kondisi reduksi tanpa udara dalam suhu sangat tinggi. Kokas yang dihasilkan dari pemanasan batubara bersifat porous, keras, dan hanya terdiri dari konsentrasi karbon. Kokas adalah salah satu material utama yang dibutuhkan dalam produksi baja.

Permintaan batubara metalurgi untuk mendukung industri pembuatan baja meningkat beberapa tahun terakhir ini, karena sebagian besar didorong oleh Tiongkok dan India yang telah mengubah batubara metalurgi, terutama kokas menjadi komoditas yang sangat dicari.

Potensi penghasilan negara yang lebih besar bisa didapat jika batubara termal jenis kalori tinggi dan kalori sangat tinggi Indonesia berhasil dikarakterisasi potensi metalurginya.

Keberadaan batubara metalurgi domestik dan penggunaannya dalam industri smelter nasional juga dapat mengurangi ketergantungan pada batubara metalurgi impor, sehingga mengurangi penggunaan cadangan devisa negara. (IP, ins, ntr)

baca juga :

Penanaman Pohon Program Langit Biru Pertamina, Bupati Minta Tambah Outlet Pertashop di Pesantren

gas

SKB 4 Menteri Pembelajaran Tatap Muka Mulai Juli 2021

gas

Staquf: Jokowi dan Ma’ruf Hadiri Pengukuhan Kepengurusan PBNU

Redaksi Global News