Global-News.co.id
Tapal Kuda Utama

Kerap Banjir, Pemkab Pasuruan Minta Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai Rejoso

Wabup Pasuruan Gus Mujib saat bertemu Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak

PASURUAN (global-news.co.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan berharap kepada Pemprov Jatim agar segera bisa menormalisasi Sungai Rejoso.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron saat mengunjungi warga terdampak banjir di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, Selasa (18/1) kemarin. Juga saat dia bertemu Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak di Kantor Kesekretariatan Daerah Provinsi Jatim, Rabu (19/1) siang.

Menurutnya, sudah lima hari berturut-turut, Desa Kedawung Kulon dan Kedawung Wetan terendam banjir. Bahkan, dalam dua hari terakhir, beberapa desa di Kecamatan Rejoso maupun Winongan juga ikut tergenang.

Penyebabnya tak lain luapan Sungai Rejoso yang tak bisa menampung air, sehingga meluber dan menggenangi pemukiman, instansi pendidikan hingga fasilitas publik.

“Mayoritas banjir yang terjadi di wilayah Timur Kabupaten Pasuruan akibat meluapnya Sungai Rejoso. Sungai ini menjadi kewenangan Pemprov Jatim. Untuk itu kami berharap kepada Ibu Gubernur untuk bisa segera menormalisasi Sungai Rejoso,” katanya.

Selama ini, Pemkab Pasuruan bersama warga juga sudah melakukan beberapa langkah yang bertujuan mengantisipasi air yang kapan saja bisa kembali lagi.

Bahkan, Gus Mujib mengaku berterima kasih kepada para kiyai dan tokoh masyarakat seperti Kiyai Suadi dari Pasrepan yang memprakasai upaya normalisasi dengan mengerahkan para santri dan warga sekitar.

Seperti diketahui, khusus di Kecamatan Grati. luapan air membawa dampak cukup serius. Seperti di Desa Kedawung Kulon, di mana ada 2 titik tanggul yang jebol. Yakni di Dusun Adirogo dan juga Dusun Kebrukan. Dua titik inilah yang menyebabkan banjir menjadi parah kali ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris, menambahkan, dalam hal langkah apa yang dilakukan Pemkab Pasuruan, pastinya adalah mengutamakan tindakan kedaruratan.

Soal jebolnya tanggul, pihaknya berusaha menutupnya dengan menggunakan karung berisi pasir. Sehingga tidak berdampak lebih jauh. “Supaya tidak masuk ke rumah-rumah warga,” kata dia. (sur, ins)

baca juga :

Mensos: Bantuan PKH Mampu Memutus Mata Rantai Kemiskinan

nasir nasir

Wakil Bupati Subandi: Pemerintah Segera Tindak Lanjuti Akibat Banjir Rob

gas

Terinfeksi COVID-19, WNI Meninggal di Turki

Redaksi Global News