Global-News.co.id
Nasional Tapal Kuda Utama

Erupsi Semeru, DUMLap Tagana Jatim Senantiasa Layani Pengungsi

Peduli Semeru melibatkan relawan guru ngaji bertempat di MI Nurul Islam itu diikuti 170 siswa kelas 1 hingga kelas 6

LUMAJANG (global-news.co.id) – Dinas Sosial Jawa Timur memberikan layanan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para penyintas terdampak erupsi Semeru melalui pilar sosial di shelter pengungsian. Antara lain melalui Dapur Umum Lapangan (DUMLap) Tagana Jatim yang sampai saat ini masih tetap eksis beroperasi.

Dari posko DU yang beroperasi di Desa Candipuro, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Sabtu (15/1), dilaporkan, telah memproduksi 446 bungkus bagi para pengungsi untuk pemenuhan kebutuhan makan pagi.

Anggota Tagana Jatim, Diky Andrianto, mengatakan, pihaknya memproduksi 446 bungkus dengan sistem distribusi sebagian diantar ke shelter penyintas, dan sebagian lagi dikondisikan oleh koordinator pengungsi setempat.

Rincian area distribusinya, untuk pengungsi di SMP Candipuro sebanyak 200 bks, Petugas Zipur 10, Kecamatan, Polsek, Pos kesehatan, 79, Pekerja Gladak Perak, 50, Pengungsi Sumberwuluh 36, Pengungsi Kebondeli Selatan 41 dan Panggung Lombok 40 bungkus.

“Kondisi para pengungsi di Candipuro kondusif dan untuk logistik terpenuhi,” kata Diky, petugas posko Tagana Kabupaten Lumajang.

Kegiatan tersebut melibatkan Dinsos Tagana Lumajang, KSB Bakti Ruso, Sahabat Tagana, Relawan dan Tagana Situbondo.

Dari lokasi berbeda, petugas LDP Pos Pronojiwo bersinergi bersama NU Blitar merilis kegiatan religi yang bertajuk Peduli Semeru dengan melibatkan relawan guru ngaji. Kegiatan yang bertempat di MI Nurul Islam itu diikuti 170 siswa kelas 1 hingga kelas 6.

Koordinator Tagana Jatim, Twi Adi, menyampaikan, materi yang disajikan pada kegiatan LDP itu mencakup hafalan surah pendek, doa sehari-hari, menghafal Asmaul Husna, hafalan sila Pancasila, serta senam.

“Pembelajaran tadi digelar di ruang kelas, salah satu materi yang memicu antusias peserta adalah senam anak,” ujarnya.

“Poin menariknya, ketika peserta didapati melakukan kesalahan gerakan pada senam maka akan diberikan hukuman yang religius islami, yaitu dibebani hafalan surah-surah pendek,” imbuh Twi.

Selain itu, pemateri juga memberikan pengarahan siswa untuk selalu menghormati guru, kedua orangtua, serta teman sebayanya, terangnya.

Twi Adi melanjutkan, kegiatan LDP itu sendiri bertujuan agar para siswa dapat melaksanakan aktivitas pembelajaran sebagaimana mestinya. Juga meningkatkan semangat belajar melalui strategi pembelajaran umum yang dikombinasikan dengan ragam permainan menarik.

Pihak yang terlibat pada kegiatan tersebut Kemensos RI, UPT Dinsos, PCNU, IPNU, IPPNU, Lazisnu dan Tagana. (kmf, jtm)

baca juga :

Liga 1, Gol Stefano Lilipaly Bawa Bali United Tekuk Persib

Redaksi Global News

Hadapi Seri 2 Liga 1, Persebaya Benahi Mentalitas Pemain

Redaksi Global News

Kamis Sore, Gubernur Khofifah Gelar Megengan Online

Redaksi Global News