Global-News.co.id
Kesehatan Metro Raya Utama

Targetkan Zero Stunting, Walikota Surabaya Terus Bergerak Bantu Anak Stunting

Walikota Eri dan Ketua TP PKK Surabaya menyapa salah satu anak stunting dan ibunya

SURABAYA (global-news.co.id) –
Kota Surabaya menargetkan zero stunting tiga bulan ke depan. Hal itu direspons Walikota Eri bersama Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani Eri Cahyadi serta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus keliling Surabaya guna memberikan bantuan dan motivasi kepada para orangtua yang memiliki anak stunting.

Senin (20/12) kemarin, Walikota Eri bersama Ketua TP PKK Kota Surabaya keliling ke sejumlah perkampungan di Kecamatan Asemrowo. Kali ini, Walikota Eri bersama istri dan jajaran pemkot keliling di wilayah Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan.

Awalnya, mereka mengunjungi salah satu anak stunting di Gadukan 1C/3A Kelurahan Morokrembangan, lalu berkunjung ke Gadukan Rukun 02/09. Tiba di Gadukan Rukun itu, ia juga menemukan seorang anak yang mengalami hidrosefalus, yang kepalanya membesar.

Seketika itu, Walikota Eri meminta jajarannya mengawal pengobatan anak tersebut hingga sembuh. Bahkan, ia juga meminta keluarga itu untuk segera pindah ke rumah susun (rusun). “Tolong dikawal pengobatannya hingga sembuh. Terus segera pindah juga ke rusun,” kata Walikota Eri kepada orangtua anak yang mengalami hidrosefalus itu.

Saat di Gadukan Rukun Walikota Eri dan istri juga menemukan seorang anak yang mengalami hidrosefalus.

Setelah itu, mereka juga mengunjungi salah satu anak stunting di Gadukan Baru 1/227A. Setiap berkunjung, mereka membagikan bingkisan khusus anak stunting itu. Bahkan, Walikota Eri juga berkoordinasi dengan para RT dan RW untuk aktif melaporkan warganya yang stunting maupun yang MBR (masyarakat berpenghasilan rendah).

Pada kesempatan itu, Walikota Eri mengatakan tiga bulan ke depan Kota Surabaya harus zero stunting. Makanya, ia terus berkeliling ke perkampungan warga untuk menemui anak-anak stunting beserta orangtuanya.

“Jadi, ayo kita bersama-sama saling melengkapi untuk mencegah anak stunting di Kota Surabaya. Kalau tetangga di sekitar kita masih ada anak yang kekurangan gizi, tolong segera dilaporkan. Sebab, pemkot sudah berkomitmen membantu supaya tiga bulan ke depan Surabaya zero stunting,” katanya.

Ia juga mengaku bahagia karena pada saat ini, Surabaya sudah menduduki nomor urut 34 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Padahal, beberapa waktu lalu, angka stunting di Surabaya menduduki nomor urut 3 yang angka stuntingnya tinggi.

“Siapa yang hebat? Ya Pak Camatnya atau Bu Camatnya dan lurahnya. Siapa yang lebih hebat lagi? Ya masyarakatnya. Inilah yang selalu saya katakan bahwa membangun sebuah kota tidak bisa sendirian, tapi membangun sebuah kota harus dengan hati nurani, warganya harus ikut bergerak dan saling membantu, Insyaallah itu yang akan saya bangun di Surabaya,” katanya. (pur)

baca juga :

Legenda Tinju Dunia Pemuji Keramahan Orang Indonesia Itu Telah Pergi Selamanya

Kasus Covid-19 Mulai Meningkat, Bupati Anas Bagi-bagi Masker

Redaksi Global News

Belajar Tata Kelola Pasar Rakyat, DPRD Pamekasan Ingin Pasar Aman dan Nyaman

gas