Global-News.co.id
Mancanegara Utama

Pertama dalam Kurun Waktu 20 tahun, Kapal Perang Jerman Masuki Perairan Laut China Selatan

Arsip – Kapal fregat Bayern milik AL Jerman terlihat selama latihan Operasi Baltik (Baltops), June 2008

BERLIN (global-news.co.id) – Sebuah kapal perang Jerman memasuki perairan Laut China Selatan (LCS) pada Rabu (15/12) untuk pertama kali dalam kurun waktu hampir 20 tahun.

Langkah itu menjadi pertanda bahwa Berlin bergabung dengan negara-negara barat lainnya untuk memperluas keberadaan militer di kawasan Laut China Selatan itu, di tengah kewaspadaan yang meningkat terhadap ambisi teritorial China.

China mengklaim hampir seluruh kawasan Laut China Selatan sebagai miliknya meski pengadilan internasional memutuskan bahwa Beijing tak punya dasar hukum atas pengakuannya itu.

China juga telah membangun pos-pos militer di pulau-pulau buatan di perairan itu yang memiliki ladang minyak dan kaya akan ikan.

Kapal angkatan laut Jerman mulai berlayar ke Singapura melalui Laut China Selatan yang diperkirakan berlangsung selama beberapa hari, kata juru bicara kementerian pertahanan di Berlin, Rabu.

Kapal fregat Bayern adalah kapal perang Jerman pertama sejak 2002 yang mengarungi perairan Laut China Selatan, kawasan tempat 40 persen perdagangan luar negeri Eropa melintas.

Angkatan Laut Amerika Serikat, dalam sebuah pamer kekuatan terhadap klaim teritorial China, melakukan operasi “kebebasan navigasi” dengan mengerahkan kapal-kapal untuk berlayar di dekat pulau-pulau sengketa.

China keberatan dengan misi AS itu dengan mengatakan kapal-kapal tersebut tidak mengusung perdamaian atau stabilitas di kawasan.

Pemerintah AS di Washington telah menempatkan pertentangan dengan China ke dalam kebijakan keamanan nasionalnya. AS menggalang dukungan dari para mitra untuk melawan kebijakan ekonomi dan luar negeri Beijing yang mereka sebut semakin memaksa.

Para pejabat di Berlin sebelumnya mengatakan AL Jerman akan berlayar di jalur perdagangan umum. Fregat tersebut juga tidak berencana melintasi Selat Taiwan, kawasan tempat AS biasa beraktivitas namun dikecam keras oleh Beijing.

Meski demikian, pemerintah Jerman sebelumnya menjelaskan bahwa misi tersebut dilakukan untuk menegaskan fakta bahwa Jerman tidak menerima klaim teritorial China.

Jerman bersikap hati-hati dalam menyeimbangkan kepentingan keamanan dan ekonominya karena China telah menjadi mitra perdagangan paling penting bagi Berlin.

Ekspor Jerman ke China telah membantu mengurangi dampak pandemi Covid-19 di negara ekonomi terbesar Eropa itu.

Negara-negara lain, seperti Inggris, Prancis, Jepang, Australia dan Selandia Baru, juga telah meningkatkan aktivitas mereka di Pasifik untuk melawan pengaruh China. (rtr, ntr)

baca juga :

Lawan COVID-19, RFB Surabaya Bagikan Masker dan Hand Sanitizer

Redaksi Global News

Lupakan Laga Kontroversi, Persebaya Langsung Fokus Lawan Persija

Redaksi Global News

Rekrut Pemain Baru Lagi, Arema FC Tak Main-main soal Target Juara

Redaksi Global News