Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Tapal Kuda Utama

Peresmian Pengembangan Dermaga Gerak, Perusahaan Pelayaran Tertarik Investasi di Pelabuhan Jangkar Situbondo

Gubernur Khofifah berbincang dengan Bupati Situbondo Karna Suswandi di sela peresmian movable bridge II Pelabuhan Jangkar Situbondo, Minggu (19/12) (foto: Antara)

SITUBONDO (global-news.co.id) – Seiring diresmikannya pengembangan dermaga gerak (movable bridge II) di Pelabuhan Jangkar Situbondo, Jawa Timur, perusahaan pelayaran mulai tertarik berinvestasi mengoperasionalkan kapal angkutan penyeberangan antar-pulau.

Hal ini disampaikan Bupati Situbondo, Karna Suswandi, kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di acara peresmian dermaga gerak (movable bridge II) Pelabuhan Jangkar Situbondo, Minggu (19/12).

“Perlu kami sampaikan Ibu Gubernur, beberapa waktu lalu ada pengusaha pelayaran berkunjung ke pendapa. Mereka berharap agar movable bridge II Pelabuhan Jangkar bisa dikembangkan lagi untuk Indonesia bagian timur,” kata Bung Karna, sapaan bupati.

Ia menjelaskan, ada beberapa pertimbangan dermaga gerak Pelabuhan Jangkar dikembangkan untuk trayek pelayaran ke Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Karena jika lewat Bali ke Lembar membutuhkan waktu sekitar 13 jam, sedangkan melalui Pelabuhan Jangkar hemat waktu 2 jam atau sekitar 11 jam.

“Namun demikian, dengan diresmikannya dermaga gerak Pelabuhan Jangkar masih ada yang perlu diperbaiki, yakni pelebaran jalan ke pelabuhan yang membutuhkan dukungan penuh Pemprov Jatim,” tuturnya.

Untuk parkir kendaraan di kawasan pelabuhan, kata Bupati Karna, pemerintah kabupaten setempat bisa mengatasinya, dan mulai tahun depan secara bertahap mulai dikerjakan sesuai kemampuan anggaran pemkab.

“Dermaga lama yang saat ini juga perlu direnovasi dan membutuhkan anggaran sekitar Rp30 miliar, tapi kami tidak memiliki anggaran, dan rencananya dermaga tersebut akan kami kembalikan ke Pemprov Jatim. Sehingga nanti bisa dikembangkan, sesuai dengan apa yang diharapkan pengusaha pelayaran, dermaga tersebut tidak hanya untuk ke kepulauan Madura, tapi seperti yang disampaikan Kepala Dishub Jatim, juga bisa dikembangkan ke Indonesia bagian timur,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengatakan sebelumnya telah berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan beserta Dirjen Perhubungan Laut, dan mengajukan izin pelayaran long distance ferry (LDF) dari Pelabuhan Jangkar ke Lembar, Mataram dan Kupang.

“Ketika itu Pak Dirjen Perhubungan Laut menyampaikan potensi Pelabuhan Jangkar untuk dikembangkan cukup tinggi. Oleh karena itu, saya minta dilakukan asesmen kembali terhadap kebutuhan dari proses untuk bisa membantu percepatan dari transportasi barang dan jasa, terutama untuk rute ke Lembar, Mataram dan Kupang. Jadi kalau asesemen sudah selesai dan tingkat ekonomisnya mencukupi, kami akan mengajukan izin long distance ferry (LDF) kembali ke Kementerian Perhubungan,” katanya.

Gubernur Khofifah didampingi Pelaksana Harian Sekda Provinsi Jatim dan Kadishub Jatim, Bupati dan Wabup Situbondo meresmikan dermaga gerak (movable bridge/ MB II) di Pelabuhan Jangkar Situbondo.

Untuk sementara saat ini ada tiga kapal feri yang melayani penyeberangan rute Pelabuhan Jangkar menuju kepulauan di Madura, yakni KMP Munggiyango Hulalo melayani Rute dari Pelabuhan Jangkar ke Pulau Kangean – Kalianget, dan KMP Satya Kencana dan KMP Dharma Kartika melayani dari Pelabuhan Jangkar ke Pulau Sapudi – Kalianget dan Pulau Raas – Kalianget. (ins, ant)

baca juga :

1 Juni, Positif Corona di Jatim Sentuh 4.920 Orang

Redaksi Global News

Berkunjung ke Ponpes Lirboyo, Said Aqil Tak Keberatan Dicalonkan Lagi Jadi Ketua PBNU

Redaksi Global News

Tambah 11.557 Kasus, Positif Covid-19 di RI 869.600 Orang

Redaksi Global News