Global-News.co.id
Kesehatan Metro Raya Utama

Pemkot Surabaya Lakukan Terapi Secara Berkala bagi Bayi Stunting di RSUD

Walikota Eri menggendong salah satu bayi stunting

SURABAYA (global-news.co.id) –
Pemkot Surabaya terus berupaya melakukan pencegahan dan penanganan terhadap bayi stunting di Kota Pahlawan. Sebab, faktor kemunculan atau penyebab stunting, tidak hanya melalui faktor eksternal, melainkan juga terdapat faktor internal, yakni pada proses pengasuhan anak.

Untuk memastikan pendampingan terhadap keluarga bayi stunting, Walikota Surabaya Eri Cahyadi didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani langsung berkeliling di beberapa kecamatan setiap hari. Hal ini dilakukan untuk memantau secara langsung, terkait program mengatasi bayi stunting di Kota Surabaya.

Saat berkeliling di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Walikota Eri menemui tiga balita stunting. Masing-masing balita, terindikasi memiliki penyakit bawaan, yang semula tidak diketahui oleh orangtuanya, hingga menyebabkan bayi menjadi stunting.

“Pendampingan awal yang dilakukan adalah memastikan kesehatan ibu hingga melahirkan. Setelah melahirkan, kebanyakan ibu ini tidak mengetahui gejala awal yang menimpa anaknya. Akhirnya, anak itu ada yang terserang hipotiroid, ada yang memiliki riwayat kejang, hingga ada yang terkena epilepsi,” ungkap Walikota Eri, usai membagikan bantuan dan pengecekan stunting, Kamis (30/12).

Dia menjelaskan, untuk mencapai zero stunting atau nol kasus stunting di Kota Surabaya, dia meminta setiap orangtua harus proaktif melaporkan kondisi kesehatan anaknya, kepada pendamping kesehatan atau kader kesehatan di kelurahan dan kecamatan setempat.

“Ada yang tidak terbuka, ada juga yang saat dikunjungi tapi pulang kampung. Hal ini kemudian menjadi tantangan untuk para pendamping kesehatan maupun kader kesehatan, intinya kita juga harus sabar dan telaten,” kata dia.

Sebagai bentuk respon cepat, para pendamping kesehatan dan kader kesehatan langsung melaporkan temuan bayi stunting ke puskesmas setempat untuk mendapat penanganan.

Hasilnya, para bayi stunting langsung mendapat tindakan, dengan pelaksanaan terapi secara berkala di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Dr. Soetomo dan RSUD Dr. Soewandi.

Didampingi sang istri, Walikota Eri blusukan ke beberapa wilayah kecamatan

“Orangtua juga harus telaten, Insya Allah nanti pasti bisa sembuh. Maka harus rutin melakukan terapi, jika kebingungan akan didampingi oleh pendamping kesehatan atau para kader untuk dibawa ke poli tumbuh kembang,” kata dia.

Sementara itu, Pendamping Kesehatan dari Puskesmas Wonokusumo, Sularsi menjelaskan, ibu dari ketiga bayi stunting itu sebelumnya dinyatakan sehat. Deteksi awal yang dilakukan adalah dengan pengecekan dan pendampingan sejak ibu hamil, apakah ibu tersebut normal atau mengalami kekurangan energi kronis (KEK).

“Contoh tiga balita itu, berawal dari demam dan diare dalam kurun waktu yang lama, hingga mengalami kejang. Kebanyakan penduduk di sini belum sadar dengan kesehatan, maka kita datangi rumah ke rumah untuk diberikan penjelasan dan sosialisasi,” ujar dia.

Sulastri menyebut, masih banyak orangtua yang belum paham dalam proses atau pola mengasuh anak usai melahirkan. Dia berharap, para orangtua atau para ibu muda bisa langsung proaktif untuk melaporkan kondisi kesehatan anaknya.

“Kita akan terus berupaya untuk mendekatkan diri kepada para ibu balita, supaya bisa mencegah kemunculan bayi stunting,” kata dia.

Ditemui di tempat yang sama, salah satu orangtua balita stunting, Alfiatul Jamila menyampaikan ucapan terima kasih kepada Walikota Eri, karena telah memberikan bantuan secara berkala untuk proses kesembuhan anaknya.

“Terima kasih bapak Walikota Surabaya (Eri Cahyadi) sudah memperhatikan gizi makanan dan vitamin untuk anak saya. Alhamdulillah, anak saya bisa memulai terapi dan segera sembuh,” ujarnya. (pur)

baca juga :

Pasien Positif Corona di Jatim Tetap 103 Orang, 11 Orang Meninggal

Redaksi Global News

Legislator Minta Pemerintah Beri Solusi Kewajiban PCR Perjalanan Udara

Redaksi Global News

Istighosah Kubro Online, Pelengkap Ikhtiar Batin Pemprov Jatim Tanggulangi Pandemi Corona

Redaksi Global News