Global-News.co.id
Kesehatan Utama

Omicron Belum Hilang, Turunan Delta Sudah Datang

SURABAYA (global-news.co.id) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi peringatan baru soal Omicron, varian terbaru virus Covid-19. Lembaga PBB itu mengatakan varian ini memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat dibandingkan varian lainnya yang pernah ada.

“Omicron menyebar pada tingkat yang belum pernah kita lihat dengan varian sebelumnya,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, di Jenewa, Selasa (14/12) waktu setempat.

Dengan penyebaran yang sangat cepat itu, WHO mensinyalir Omicron yang ditemukan pertama kali di Afrika Selatan ini sudah ada di sebagian besar negara dunia. Namun belum terdeteksi.

Tak lama setelah WHO mengumumkan Omicron sebagai varian Covid-19 berbahaya, China melaporkan “hantu baru”. Saat ini sudah ada total 138 kasus penularan lokal di Provinsi Zhejiang akibat terinfeksi virus turunan varian Delta terbaru dari ‘sub-garis keturunan AY.4’. Turunan Delta ini juga lebih menular dan mengandung lebih banyak partikel virus.

Di Indonesia, epidemiolog dari Universitas Airlangga, Dr dr Windu Purnomo, mengatakan, sejauh ini belum ada bukti hasil Whole Genum Sequencing (WGS) yang menunjukkan Omicron sudah masuk Jakarta (Indonesia). Windu juga belum bisa memastikan karakteristik varian baru ini.

“Bagaimana peneliti di sini bisa meneliti karakteristik Omicron ini kalau kasusnya belum ada di sini. Jadi kita tunggu para virolog dari negara-negara yang sudah menemukan kasus Omicron di sana. Namun dari technical briefing WHO yang terakhir, masih banyak karakteristik Omicron ini yang belum jelas. Yang ada masih dugaan-dugaan saja,” ujar Windu kepada Global News dan dikutip global-news.co.id, Rabu (15/12).

Sebelumnya, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 BNPB, Prof Wiku Adisasmito, menilai Indonesia relatif diuntungkan secara geografis dalam menghadapi ancaman Covid-19 varian Omicron yang diperkirakan sudah menginfeksi sekitar 12.000 warga dunia.

Cepatnya penyebaran membuat WHO mengklasifikan varian B.1.1.529 ini ke dalam kategori variant of concern (VoC) atau varian yang mengkhawatirkan, tanpa melalui kategori varian of interest (VoI). Selain di Afrika, varian virus ini juga telah menyebar ke beberapa negara Eropa, bahkan telah masuk ke Malaysia dan Singapura.

Dari Inggris dilaporkan, varian Omicron telah menyebabkan kematian. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang mengatakan, setidaknya satu orang meninggal setelah positif mengidap varian Omicron.
Tidak ada penjelasan resmi dari pemerintah Inggris, apakah orang yang meninggal tersebut sudah divaksinasi atau memiliki penyakit berat sebelumnya. Informasi sejauh ini hanyalah orang tersebut meninggal di rumah sakit.

Menanggapi ini, Windu mengatakan, kematian pertama kasus varian Omicron di Inggris itu sangat tidak jelas informasi/data epidemiologisnya. Berapa usia si pasien, bagaimana status vaksinasinya, domisili di wilayah mana di Inggris, dan kemungkinan penularannya di mana.

“Itu (informasi) belum ada, sehingga tidak bisa dianalisis. Kalau misalnya usianya lansia dan atau belum pernah divaksinasi lengkap, maka virulensinya tidak berbeda dengan varian lainnya,” terangnya.

Sebelum pengumuman adanya kematian, Inggris melaporkan adanya 10 orang yang dirawat di sejumlah rumah sakit dan mereka mengidap Omicron. Usia mereka antara 18 sampai 85 tahun dan kebanyakan sudah mendapatkan vaksin dua dosis.

Wabah Omicron juga lebih banyak ditemukan di Inggris karena negara tersebut merupakan yang terdepan dalam metode genome, yang bisa melacak varian baru lebih cepat dibandingkan negara lain. Dengan meningkatnya angka penularan varian Omicron, Pemerintah Inggris mewajibkan warga untuk menunjukkan sertifikat vaksin bagi mereka yang memasuki klub malam.

Tetap Waspada

Sementara untuk mencegah varian Omicron masuk ke Indonesia, pemerintah meminta masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai rapat terbatas kabinet di Jakarta pada Senin (13/12). “Pemerintah meminta dengan sangat, mengimbau dengan sangat, bagi warga negara Indonesia yang tidak memiliki kepentingan yang sangat mendesak untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri,” kata Retno.

Dia menyebut saat ini WHO masih dalam proses meneliti karakteristik dan dampak virus Omicron terhadap berbagai upaya penanganan Covid-19 di dunia. “Jadi sayangi dan lindungi kesehatan kita, keluarga kita, dan kesehatan Indonesia,” tegasnya.

Ketika Malaysia dan Singapura sudah kemasukan Omicron, Windu meminta semua pihak harus waspada. Terutama menjaga border dan semua pintu masuk (bandara, pelabuhan laut, dan pelaku perjalanan luar negeri/PPLN darat).

“Karantina, entry dan exit test dengan PCR harus betul-betul diimplementasikan secara jelas dan tegas. Selain itu genomic surveillance di masyarakat harus dilakukan secara memadai berbasis risiko,” tandasnya.

Pemerintah sendiri, sejauh ini memang tidak menerapkan PPKM level 3 pada seluruh wilayah pada saat libur Natal dan Tahun Baru 2022, tidak secara resmi melarang WNI bepergian ke luar negeri, namun pemerintah hanya memperketat aturan karantina setibanya di Indonesia. Indonesia hanya membuka enam pintu masuk negara bagi pelaku perjalanan internasional.

Keenam pintu masuk negara itu Bandara Soekarno Hatta Banten dan Bandara Sam Ratulangi Sulawesi Utara; Pelabuhan Batam Kepulauan Riau dan Nunukan, Sulawesi Utara; serta pos lintas batas Aruk dan Entikong di Kalimantan Barat. Ini untuk menghalau Omicron.

Gejala Covid-19 yang disebabkan varian Omicron secara umum sama dengan varian lain. Karena cara penularannya sama yaitu melalui droplet dan microdroplet terutama di ruangan tertutup sehingga bisa melayang di udara lebih lama dan lebih jauh.

“Maka yang harus dilakukan oleh masyarakat ya tidak berbeda dengan sebelumnya, yaitu tidak boleh kendor dalam mematuhi prokes 3-M. Kepatuhan masyarakat ini harus dikendalikan juga oleh pemerintah melalui law enforcement (reward & punishment) yang tegas, tidak pandang bulu, tanpa diskresi,” terang Windu.

Selain patuh menerapkan protokol kesehatan, masyarakat juga didorong untuk melakukan vaksinasi guna mempercepat tercapainya vaksinasi pada seluruh rakyat Indonesia, khususnya pada mereka yang merupakan target vaksinasi.

Sebaliknya pemerintah diharapkan mempercepat pelaksanaan program vaksinasi agar target bisa dicapai sesegera mungkin, mempersiapkan vaksin booster untuk masyarakat yang rentan. Dan jika memungkinkan juga untuk seluruh masyarakat target vaksinasi, walaupun harus dengan berbayar misalnya.

“Juga meminta para peneliti vaksin Merah Putih untuk menyesuaikan vaksin produksinya agar dapat mengcover VOC yang bersirkulasi,” kata Dr dr Gatot Soegiarto SpPD, pakar imunisasi dewasa dari Universitas Airlangga.

Turunan Delta

Yang juga menarik dicermati adalah kejadian di China. Tak lama setelah WHO mengumumkan Omicron sebagai varian Covid-19 berbahaya, China melaporkan total adanya 138 kasus penularan lokal di provinsi Zhejiang turunan varian Delta terbaru dari ‘sub-garis keturunan AY.4’ yang lebih menular dan mengandung lebih banyak partikel virus.

Seperti dijelaskan Zhong Nanshan, pakar penyakit pernapasan dan penasihat pemerintah China. Dia menyatan AY.4 adalah sub-garis keturunan varian Delta. Sementara Omicron adalah sel turunan strain varian C.1.2 yang merupakan mutasi dari China yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada bulan Mei lalu.

Seperti dilansir dari Wion News Rabu (15/12), lonjakan kasus mutasi AY.4 Vovid-19 berdekatan dengan Olimpiade Musim Dingin yang dijadwalkan berlangsung di Beijing pada Februari 2022 telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan otoritas China.

Menurut kantor berita Xinhua, total 138 kasus dikonfirmasi sebagai transmisi lokal varian terbaru termasuk satu kasus pembawa tanpa gejala dari 5 hingga 12 Desember. Stasiun televisi CGTN-TV menginformasikan bahwa ini adalah pertama kalinya China melaporkan kasus yang melibatkan varian baru Delta.

Menurut pihak berwenang, dari 138 kasus yang dilaporkan di Zhejiang, total 44 kasus dilaporkan di Ningbo, 77 kasus di Shaoxing dan 17 kasus di Hangzhou. (ret, sdn)

baca juga :

Dua Pengedar Sabu Diamankan Satsersenarkoba Polres Nganjuk

Redaksi Global News

Dr Faisal Estu Yuliyanto ST MT Rektor Baru Unira Periode 2021-2025

gas

Lakukan Penyelamatan, Dodi Benteng Kukuh Saat Lawan Bali United

Redaksi Global News