Global-News.co.id
Nasional Utama

Menangis Dijewer Edy Rahmayadi, Pelatih Biliar: Saya Malu Sekali

Pelatih biliar, Khairuddin Aritonang menangis dan merasa malu setelah dijewer dan diusir oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. (foto: cnn)

JAKARTA (global-news.co.id) – Pelatih biliar di Sumatera Utara (Sumut), Khairuddin Aritonang alias Choki, menangis saat menggelar konferensi pers, di Medan, Kamis (30/12). Ia merasa dipermalukan karena dijewer dan diusir oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.

“Saya malu sekali. Orang-orang ketemu dengan saya, mereka nanya abang yang dijewer gubernur itu ‘kan. Malu saya. Kalau pun mau terkenal jangan gara-gara ini,” kata Choki.

Choki mengaku harus menenangkan diri akibat menanggung rasa malu. Keluarganya pun merasa terpukul dengan tindakan mantan Pangkostrad tersebut. “Adik saya sampai nanya, kau kenapa? Saya butuh waktu untuk menghilangkan rasa trauma itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Choki dijewer dan diusir Edy Rahmayadi saat acara pemberian tali asih bagi atlet dan pelatih PON XX Papua di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (27/12) siang.

Khoiruddin merasa tersinggung dengan sikap Edy. Ia berencana melaporkan Edy ke Polda Sumut atas perbuatan tidak menyenangkan karena merasa dipermalukan oleh Edy.

“Saya akan buat laporan ke Polda Sumut atas perbuatan tidak menyenangkan. Saya merasa dipermalukan. Saya pilih musuhan dengan dia (Edy) sampai mati,” ucap Choki kepada CNNIndonesia.com, Selasa (28/12).

Choki mengaku tiba-tiba dipanggil oleh Edy maju ke depan panggung saat acara berlangsung. Ia dimarahi karena tidak tepuk tangan ketika Edy berpidato. Bahkan Choki juga dijewer.

“Saya bingung kenapa dimaki-maki gara-gara tak tepuk tangan. Dia (Edy) bilang kenapa kau tak tepuk tangan saat saya ngomong? Saya pikir apa yang mau saya tepuk tangan? Bukan ada hal luar biasa yang dia ucapkan sehingga membuat kita kagum?” ujarnya.

Karena merasa dipermalukan Choki mengaku memilih keluar dari acara itu. Saat berjalan menuju pintu, Edy pun mengusirnya. Edy juga menyebutnya ‘sontoloyo’.

Edy telah buka suara terkait rencana Choki yang akan melaporkannya ke Polda Sumut. Edy merasa heran kenapa harus dilaporkan ke aparat kepolisian.

“Apanya yang dilaporin, ya enggaklah. Laporan itu ‘kan ada syaratnya,” kata Edy di Rumah Dinas Gubernur Sumut (30/12). (cnn, ins)

baca juga :

Pemkot Surabaya Deteksi Dini Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak di Masa Pandemi

Redaksi Global News

Kecelakaan Beruntun di Pasuruan, 7 Tewas

Redaksi Global News

Pemprov Jatim Buka Posko Pendampingan untuk Pendaftaran Program Kartu Prakerja di 56 Lokasi se-Jawa Timur

Redaksi Global News