Global-News.co.id
Kesehatan Metro Raya Utama

Kader Kesehatan Surabaya Harus Inovatif Saat Beri Makanan Anak Stunting

Walikota Surabaya Eri Cahyadi saat mengunjungi anak stunting di Kelurahan Kertajaya, Senin (27/12)

SURABAYA (global-news.co.id) – Para kader kesehatan di Kota Surabaya diminta berinovasi saat memberikan makanan dan camilan kepada anak stunting di Kota Pahlawan, Jatim.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Selasa (28/12), mengatakan, selama ini, ada keluhan dari orangtua anak stunting yang merasa kesulitan saat membujuk anak-anaknya untuk makan makanan berat atau karbohidrat.

“Anak-anak lebih memilih memakan camilan atau buah-buahan, ketimbang memakan makanan berat,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, makanan harus diberikan variasi agar anak-anak mau makan, bisa camilannya dengan biskuit, buah-buahan, atau bahkan nugget sayuran. “Nanti harus dipastikan juga nilai gizinya untuk anak,” katanya.

Tak hanya itu, Walikota Eri juga memberikan pesan kepada para orangtua dari anak stunting, untuk ikut menjaga kesehatan anak, dengan tidak merokok, serta memperhatikan pola makan dengan aktivitas anak sehari-hari.

“Karena ada yang susah makan, tapi dia sangat enerjik, jadi diperlukan perhatian lebih. Kemudian vitamin ini juga harus diminum secara rutin, harapannya Insya Allah satu bulan anak-anak bisa lulus stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Kader Kesehatan Kelurahan Kertajaya, Lilik Sundari, mengatakan, pihaknya selalu melakukan pendampingan dan pemantauan secara maksimal. Selama dua hari sekali, kata dia, pihaknya selalu datang ke rumah balita stunting.

“Meninjau bagaimana anak itu makan dari permakanan yang kita kirimkan, dimakan atau tidak. Kalau tidak dimakan atau tidak habis, maka kita akan ganti dengan menu yang lainnya dengan menyesuaikan dengan kebutuhan gizi anak tersebut,” kata Lilik.

Lilik mengaku, pihaknya juga bekerjasama dengan Bidan Kelurahan (Bikel) beserta bagian gizi, untuk melakukan pengecekan setiap satu minggu sekali, yakni mengacu pada tinggi dan berat badan anak.

“Kami cek perkembangan anak tersebut dan juga mengirimkan vitamin dan susu. Jadi di Kelurahan Kertajaya ini ada 8 anak stunting, tapi 1 anak telah lulus, maka totalnya menjadi 7 anak,” katanya. (pur)

 

baca juga :

Pasca Evaluasi, Pemkot Buka Posko Sterilisasi di Pintu Masuk Surabaya

Redaksi Global News

Okupansi RS Penuh, Pemprov Jatim Siapkan RS Darurat Malang Raya

Redaksi Global News

Dilibas Bali United, Persela Kian Dekat Terdegradasi