Global-News.co.id
Nasional Utama

Erupsi Semeru, KDI Bantu Trauma Healing Penyintas

Program Kampung Dongeng Peduli, yang programnya mengadakan pendampingan anak ketika ada bencana

LUMAJANG (global-news.co.id) –
Komunitas Dongeng Indonesia (KDI) bekerjasama dengan layanan mobil keliling Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang mengadakan trauma healing di Posko Penyintas Semeru, bertempat di SMP 2 Pasirian, Balai Desa Jarit dan Balai Desa Sumberejo.

“Trauma healing atau kami menamakannya pendampingan anak karena memang ada Program Kampung Dongeng Peduli, yang programnya mengadakan pendampingan anak ketika ada bencana. Juga ke rumah sakit untuk berbagi kebahagiaan dengan yang sakit dan juga ke panti asuhan,” kata dr Aryzana Maharani, Relawan Kampung Dongeng Indonesia saat dimintai keterangan, Senin (20/12).

Kegiatan diikuti oleh anak-anak yang tinggal di Posko tersebut termasuk juga anak-anak terdampak yang sementara ini tinggal di rumah-rumah warga.

Lokasi pertama di SMP 2 Pasirian, anak-anak dihibur dengan dongeng, bermain sulap berhadiah. Lokasi kedua dan ketiga dengan acara yang sejenis dengan pendongeng relawan.

Komunitas Dongeng Indonesia ini berasal dari sejumlah daerah seperti Madura, Temanggung dan Magelang. Kegiatan bertujuan untuk memberikan hiburan pada anak-anak agar sisa trauma APG (awan panas guguran) Semeru tidak terlalu berdampak pada perkembangan psikologis mereka.

Acara ini didukung oleh Alumni Ilmu Perpustakaan UGM berupa buku-buku bacaan, Garuda Food, Yayasan An Nur Sidoarjo serta masyarakat yang peduli pada masyarakat terdampak APG Semeru.

“Kami bekerja sama dengan Perpustakaan Lumajang karena selama ini program kami selalu di-support oleh perpustakaan dengan adanya mobil baca untuk menambah literasi anak,” ujarnya. (kmf, lmj)

baca juga :

Target Beasiswa Santri Naik, Hingga Tahun 2021 Menjadi 8.502 Orang

gas

Pemkot Surabaya Buka Lowongan Direksi PD Pasar Surya, Karyawan Dibolehkan Mendaftar!

Redaksi Global News

Petinggi KAMI Ditangkap, Din Syamsuddin Sebut Siapkan Tim Hukum

Redaksi Global News