Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Cegah Varian Omicron, Praja IPDN Sosialisasikan Prokes Ketat di Tunjungan Romansa

Sebanyak 25 Praja IPDN turun ke lapangan untuk sosialisasi protokol kesehatan (prokes). di Tunjungan Romansa, Selasa (7/12) malam.

SURABAYA (global-news.co.id) – Antisipasi virus varian baru Covid-19 Omicron, 25 Praja IPDN angkatan 29, 30, 31, turun ke lapangan untuk sosialisasi protokol kesehatan (prokes). Sosialisasi itu dilakukan oleh Praja IPDN di Tunjungan Romansa, Selasa (7/12) malam.

Kegiatan sosialisasi tersebut, dimulai dari Gedung Siola hingga Hotel Majapahit. Sembari membawa papan peringatan dan pengeras suara, para Praja IPDN juga membagikan 200 masker kepada masyarakat yang datang di Tunjungan Romansa.

Koordinator sosialisasi sekaligus Praja Utama Tingkat 4, Rahadian Fidianto mengatakan, sosialisasi ini bertujuan mengantisipasi adanya virus varian baru Omicron menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menurut dia, adanya virus varian baru ini perlu disampaikan ke masyarakat agar lebih waspada. “Sebagai langkah pencegahannya kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mengedepankan 5M, agar terhindar dari varian baru Omicron ini,” kata Fidianto.

Saat sosialisasi di Tunjungan Romansa, para Praja IPDN tidak sendiri, mereka didampingi oleh BPB Linmas Kota Surabaya turut serta melakukan sosialisasi prokes di sepanjang pedestrian Jalan Tunjungan. Saat sosialisasi, para Praja IPDN itu dibagi dua kelompok di sisi barat dan timur pedestrian Jalan Tunjungan.

Fidianto berharap, dengan kehadiran Praja IPDN kali ini bisa membuat masyarakat terutama anak muda di Kota Surabaya lebih waspada terhadap varian baru Omicron. “Pesan kami kepada masyarakat tetap patuhi dan menerapkan prokes di kehidupan sehari-hari,” ujarnya. (pur)

baca juga :

Polisi Kesulitan Usut Asal Senjata Laskar FPI, Sebut Mereka yang Tewas Itu yang Tahu

Redaksi Global News

Obsesi DRD Menuju Pamekasan Hebat: Dikukuhkan, Audiensi, Lalu Studi Banding ke DRD Berprestasi

gas

YHMCHI-PITI Beri Penghormatan Terakhir pada Ibunda Alim Markus

gas