Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

Seminar Nasional Teknologi Energi dan Mineral, PEM Akamigas Mampu Kumpulkan 206 Pemakalah

Seminar Nasional Teknologi Energi dan Mineral (SNTEM), pada Jumat (05/11) lalu

BLORA (global-news.co.id) – Sinergitas antara pendidikan vokasi, pemerintah, dan dunia industri menjadi aspek yang sangat penting dalam mendukung program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi. Hasil penelitian akan memiliki manfaat dan nilai lebih bila dipublikasikan secara luas. Publikasi ini bertujuan untuk pengembangan lanjut dan aplikasi keilmuan di Bidang Teknologi Energi dan Mineral dan juga bidang lainnya.

Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas yang merupakan salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menyelenggarakan Seminar Nasional Teknologi Energi dan Mineral (SNTEM), pada Jumat (05/11) lalu. Dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring), seminar ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta.
Seminar tersebut guna memfasilitasi dan bisa membangun kultur akademik dosen, mahasiswa, dan praktisi serta masyarakat umum dalam menyebarluaskan hasil-hasil penelitiannya.

Ketua Panitia SNTEM, Asepta Surya Wardhana, mengatakan, ini merupakan buah kerja keras tim panitia selama 6 (enam) bulan terakhir. Hingga pada puncaknya telah diikuti oleh 27 peserta dari berbagai institusi dan industri serta mencakup 11 provinsi di Indonesia. “Dari seluruh artikel yang terkumpul dipilih 5 (lima) artikel terbaik dari setiap tema dan dipilih Most like youtube serta Most Interactive Comment,” ujar Asepta.

Menurut Direktur PEM Akamigas, Prof Dr RY Perry Burhan, MSc, Seminar Nasional kali pertama diadakan oleh PEM Akamigas berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas para peneliti di bidang energi dan mineral. Selain itu, kata dia, SNTEM juga memberikan kesempatan kepada stakeholder untuk berbagi ide-ide inovatif dan merintis kerja sama yang saling menguntungkan.

Dengan tema Optimalisasi Sumber Daya Fosil dan Pengembangan Energi Baru Terbarukan, SNTEM ini memiliki 5 (lima) sub tema sebagai acuan bagi para pemakalah untuk mengirimkan hasil karyanya. Di antaranya adalah sub tema 1 adalah minyak dan gas bumi, mineral, pemboran, dan geosains. Sub tema 2 adalah pengolahan dan kilang, petrokimia industri, lingkungan, dan geokimia.

Sub tema 3 adalah energi baru dan terbarukan, mekanik, listrik, industri, elektronika, instrumentasi, konservasi energi, dan material maju. Sub tema 4 adalah teknologi telekomunikasi, teknologi informasi, komputasi dan pemodelan, dan kecerdasan buatan. Sub tema 5 adalah logistik, ekonomi perminyakan, kebijakan energi, dan manajemen energi.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo, yang hadir secara virtual, mengaku terkejut dengan banyaknya pemakalah yang terkumpul. “Cukup mengejutkan, untuk kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan oleh PEM Akamigas ini sudah terkumpul 206 pemakalah. Itu merupakan pencapaian yang luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, ini menjadikan pertama dengan standar yang telah ditentukan dan akan menjadi challenge (tantangan) bagi kegiatan berikutnya. “Jadi perlu kita jaga momentumnya, perlu kita jaga kualitasnya, sehingga pada kegiatan berikutnya bisa melaksanakan kegiatan dengan strategis dan sistematis,” ungkap Prahoro.

Pada kesempatan itu, menghadirkan narasumber, para pakar energi, yakni Prof Taufik (Professor of Electrical Engineering Cal Poly State University, California USA), Dr. Leuserina Garniati (Honorary Assistant Professor International Centre for Island Technology Heriot-Watt University), dan Deddy Syam (VP HSSE Operation & Facility PT. Pertamina).

Dalam seminar itu membicarakan tentang optimalisasi sumber daya fosil, namun di saat yang sama juga didorong untuk lebih mengaplikasikan dan memanfaatkan pengembangan energi baru terbarukan. (rno)

baca juga :

Mulan Jameela: Ayo Kita Pulang ke Rumah Suamiku

Redaksi Global News

2 Aset dan Uang Rp 4 Miliar Kembali ke Tangan Pemkot Surabaya

Redaksi Global News

Pemkab Akan Serahkan Bantuan 165 Handtraktor Oktober Mendatang

gas