Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Program Kalimasada Diluncurkan, Empat Layanan Adminduk Surabaya Bisa Diurus melalui Ketua RT

Pemkot luncurkan program Kalimasada dalam apel bersama di halaman Balai Kota Surabaya, Kamis (18/11).

SURABAYA (global-news.co.id) –
Pemkot Surabaya terus berinovasi memberikan kemudahan layanan administrasi kependudukan (adminduk) kepada masyarakat. Terbaru, pemkot meluncurkan program Kalimasada (Kawasan Lingkungan Masyarakat Sadar Adminduk) dalam apel bersama yang berlangsung di halaman Balai Kota Surabaya, Kamis (18/11).

Walikota Surabaya Eri Cahyadi hadir sekaligus memimpin apel tersebut. Hadir pula, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya, Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkup pemkot, camat hingga Ketua RT perwakilan dari 31 kecamatan se-Surabaya.

Walikota Eri Cahyadi mengatakan, dengan diluncurkannya program Kalimasada, maka beberapa layanan Adminduk kini dapat diurus warga melalui Ketua RT setempat. Dengan demikian, warga tak perlu datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya.

“Saya berharap di tingkat level yang paling dekat dengan masyarakat, yakni RT, itu semuanya data (Adminduk) bisa diselesaikan tanpa harus bertemu dengan Dispendukcapil,” kata Walikota Eri.

Ia menyampaikan, esensi dari program Kalimasada yakni pihaknya ingin membangun pelayanan publik tak hanya dengan kekuatan pemerintah. Tapi melalui gotong-royong dan kebersamaan masyarakat di masing-masing kampung.

“Kalau RT ini sudah menjadi pemimpin sejati, ketika ada yang mengurus apakah itu akta kematian, akta kelahiran, apapun yang susah, maka semua akan ada di RT. Cukup di RT saja berhenti, setelah itu pelayanan publik selesai kita sampaikan kepada yang bersangkutan,” katanya.

Walikota menginginkan ada kebersamaan, kekompakan serta keguyuban antar warga dalam satu rukun warga (RT). Bagi dia, pemerintahan yang hebat itu ketika masyarakat menjadi bagian dari pembangunan. “Saya selalu sampaikan pemerintahan yang hebat itu ketika masyarakatnya menjadi bagian dari pembangunan, menjadi bagian dari pelayanan,” kata dia.

Pihaknya meyakini, apabila program Kalimasada berjalan dengan baik dan data kependudukan valid, maka ketika pemkot melakukan intervensi akan lebih tepat sasaran. Baik itu intervensi terkait masalah kemiskinan, maupun anak putus sekolah. “Karena itu semua dasarnya dari Adminduk-nya juga harus kuat, dan itu dimulai dari masyarakatnya sendiri. Ini yang saya ingin wujudkan di Kota Surabaya,” kata dia.

Untuk memasifkan program tersebut, Walikota Eri menyebut, di setiap kelurahan terdapat Cak dan Ning Adminduk. Mereka yang bertugas terjun ke masyarakat memberikan solusi dan penyelesaian kepada warga terkait Adminduk.

Di waktu yang sama, Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji menjelaskan, ada empat jenis layanan Adminduk yang dapat diurus warga melalui Ketua RT. Yakni, akta kematian, akta kelahiran, pindah masuk dan pindah keluar.

“Dari 30 lebih jenis layanan (Adminduk), empat Adminduk ini yang paling banyak diajukan. Nanti kalau sudah berjalan lancar, maka akan kita tambahkan (jenis layanan lain) sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Agus.

Ketua RT 07 / RW 08, Tambak Pring Barat, Kecamatan Asemrowo, Mahfud Zakaria, mendapatkan penghargaan

Ia menyatakan, sebenarnya warga juga bisa secara mandiri mengurus Adminduk melalui aplikasi Klampid. Namun, tidak semua warga memiliki kemampuan dan dukungan sarana atau alat untuk mengakses layanan itu secara digital.

“Meski ada orang yang mau urus langsung ke kelurahan ya tidak apa. Melalui Klampid mandiri juga tidak apa-apa. Tapi kan tidak semua orang itu punya kemampuan dan alat. Jadi ini ada peran RT yang jadi solusi alternatif selain Klampid,” ujar dia.

Sejak dilakukan uji coba sebulan yang lalu, Agus mengungkapkan,  program Kalimasada ini telah dimanfaatkan oleh ratusan Ketua RT di Surabaya. Dari empat jenis layanan Adminduk, akta kelahiran tercatat paling banyak diurus warga melalui Ketua RT.

Ketua RT 07 / RW 08, Tambak Pring Barat, Kecamatan Asemrowo, Mahfud Zakaria adalah salah satu perangkat kampung yang sudah melakukan uji coba program Kalimasada. Sejak dilakukan uji coba sebulan yang lalu, ia sudah memberikan layanan akta kelahiran kepada 100 orang lebih warga.

“Terutama di segmen lansia. Jadi, di RT 07 RW 08 Tambak Pring Barat ini tercatat paling tertinggi untuk pengajuan akta kelahiran sampai mencapai 100 lebih dalam kurun waktu satu bulan,” kata Mahfud.

Menurutnya, program Kalimasada sangat membantu peran Ketua RT dalam mengurus Adminduk warga. Apalagi, tidak semua warga melek akan teknologi, meski pemkot sudah menyediakan aplikasi Adminduk mandiri melalui Klampid.

Bahkan atas capaian itu, Mahfud pun diganjar penghargaan oleh Walikota Eri Cahyadi. Penghargaan itu diserahkan walikota dalam apel peluncuran program Kalimasada di halaman Balai Kota Surabaya. “Kita kerjakan sudah 1 bulan yang lalu. Kira-kira sudah ada 110 akta kelahiran yang sudah kami ajukan dan itu tercatat oleh Dispendukcapil pengajuan yang paling tinggi,” ujar dia. (pur)

baca juga :

Ipuk-Sugirah dan Yusuf-Gus Riza Resmi Berebut Tiket Bupati Banyuwangi

Redaksi Global News

Triwulan III 2019, Investasi Kota Surabaya Capai Rp 36,89 Triliun

Redaksi Global News

Badrut Tamam Launching Mobil Sehat dan Pamekasan Call Care (PCC) 

gas