Global-News.co.id
Mataraman Pendidikan Utama

Produksi Alat Pengolahan POG G-Esemka, Gubernur Khofifah Apresiasi Inovasi SMKN 1 Jenangan Ponorogo

Gubernur Khofifah saat mengunjungi SMKN 1 Jenangan Ponorogo, Senin (8/11)

PONOROGO (global-news.co.id) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendorong Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) menjadi laboratorium inovasi. Dengan begitu, maka SMK BLUD akan mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan kompeten.

“Yang link dan match antara SMK dan industri, dunia usaha dan dunia kerja, sehingga daya saing siswa SMK akan semakin tinggi dan mampu menghadapi persaingan global,” ungkap Khofifah saat mengunjungi SMKN 1 Jenangan Ponorogo, Senin (8/11).

Khofifah mengatakan, siswa harus dimotivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkreasi sesuai kompetensi yang dimiliki. Untuk itu, SMK harus mampu menciptakan atmosfer yang kuat bagi para siswa agar termotivasi menciptakan terobosan dan inovasi yang dapat menjadi solusi atas sejumlah persoalan masyarakat.

Lompatan selanjutnya, inovasi tersebut dapat dikomersilkan sehingga nanti tercipta wirausahawan muda yang memiliki keterampilan dan kompetensi yang tinggi.

“Jadi, lulusan SMK tidak perlu mencari pekerjaan. Sebaliknya, merekalah yang kemudian menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya dan orang lain,” imbuhnya.

Saat ke lokasi produksi Pengolahan Pupuk Organik Granula (POG) SMK 1 Jenangan, Ponorogo, Khofifah menyampaikan apresiasinya terhadap mesin G-Esemka hasil inovasi yang dilakukan siswa dan guru setempat. Mesin itu adalah alat pengolahan pupuk organik dengan menggunakan granulator yang difungsikan mengubah material serbuk menjadi butiran (granule) yang sangat diperlukan dalam pembuatan POG.

Hadirnya inovasi ini, menjadi solusi dalam membantu persoalan lahan pertanian yang semakin rusak akibat penggunaan pupuk kimia atau pestisida yang berlebih di daerah setempat sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat untuk bergerak di bidang pertanian khususnya dalam hal pupuk organik.

“Inovasi ini menjadi bukti nyata peran SMK BLUD Jawa Timur dalam mewujudkan pembelajaran berbasis Teaching Factory (Tefa) dan Project Based Learning,” imbuhnya.

Inovasi SMKN 1 Jenangan ini,  kata Khofifah, merupakan salah satu karya dari 20 SMK BLUD di Jawa Timur. Jumlah SMK BLUD di Jawa Timur tercatat terbanyak di antara provinsi se- Indonesia. Bahkan saat ini sedang dilakukan proses evaluasi kelayakan tambahan 62 SMK yang mengajukan menjadi SMK BLUD.

“Ditargetkan akhir tahun 2021 akan meningkat menjadi 77 SMK BLUD. Ini membuktikkan bahwa SMK-SMK di Jawa Timur terus meningkatkan kualitasnya dengan terobosan inovasi dan kreasi yang terus dicetuskan,” ungkap Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini.

Jumlah terbanyak SMK berstatus BLUD ini juga menarik perhatian Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbud, Wikan Sakarinto. Pada acara Webinar Perempuan Hebat untuk Vokasi Kuat, 21 Desember 2020 lalu, Wikan bahkan mengapresiasi pengembangan pendidikan vokasi Jatim di era kepemimpinan Gubernur Khofifah. Ia menyebut Provinsi Jawa Timur adalah “Provinsi Vokasi” lantaran Gubernur Jawa Timur sangat fokus dalam pembinaan dan penguatan 20 lembaga SMK BLUD di Jawa Timur.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Wahid Wahyudi dalam pengurusan status SMK BLUD persyaratan yang dilampirkan cukup ketat. Hal ini meliputi persyaratan substantif, teknis dan persyaratan administratif.

“Substantif artinya SMK itu mempunyai kompetensi keahlian yang berkaitan dengan pelayanan umum. Jadi sekolah harus punya keunggulan tertentu sesuai dengan potensi lokal daerah,” ujar dia.

Secara teknis merupakan persyaratan kelayakan kinerja pelayanan dan keuangan. Sedangkan administratif adalah menilai kelayakan rencana strategis bisnis, pola tata kelola dan persyaratan legalitas lain yang dipersyaratkan.

Perlu diketahui, inovasi G-Esemka telah dibeli Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo, selain itu juga digunakan oleh kelompok Tani “Makmur” Desa Sumoroto dengan produk Pupuk Organik cap “Merak” yang sudah dapat menembus pasar luar Kabupaten Ponorogo. Di samping itu, petani tembakau di kabupaten setempat juga memanfaatkan mesin G-Esemka untuk produksi pribadi. (kmf, ins)

baca juga :

Setnov Menghilang, JK: Pemimpin Harus Taat Hukum Bukan Lari

nasir nasir

2021, Bansos Anak Yatim Capai Rp 10,5 Miliar

Redaksi Global News

Polisi Tangkap Lucinta Luna atas Dugaan Narkotika

Redaksi Global News