Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Permudah Intervensi, Walikota Minta Semua UMKM Surabaya Kantongi Izin Usaha

Walikota Surabaya Eri Cahyadi

SURABAYA (global-news.co.id) –
Pemkot Surabaya terus melakukan berbagai upaya dalam memulihkan ekonomi. Salah satunya dengan menggerakkan UMKM supaya tumbuh dan berkembang pesat. Makanya, demi permudah intervensi itu, Walikota Surabaya Eri Cahyadi meminta Dinas Perdagangan (Disdag) Kota  l melakukan pendampingan pada UMKM supaya semua UMKM mengantongi izin usaha.

“Setelah itu, izinnya dikeluarkan dan persyaratan lainnya menyusul. Kalau nanti ternyata tata ruangnya tidak sesuai, berarti dicabut izinnya,” kata Walikota Eri di ruang kerjanya, Balai Kota Surabaya, Selasa (30/11).

Menurutnya, pengurusan izin itu bisa melalui Surabaya Single Window (SSW) dan secara otomatis akan nyambung langsung ke OSS, sehingga pengurusannya bukan masuk ke pemkot, tapi langsung ke OSS. “Tapi saya minta pendampingan terhadap UMKM, sehingga UMKM di Kota Surabaya itu juga mengantongi izin semuanya,” katanya.

Ia juga menjelaskan tujuan UMKM yang sudah mengantongi izin tersebut. Salah satunya bisa mendeteksi UMKM itu, misalnya UMKM yang bergerak di bidang kue berapa, yang bergerak di bidang jahit berapa, sepatu berapa dan sebagainya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Perdagangan Kota Surabaya, Farida Fitrianing Arum, memastikan selama ini pihaknya sudah intens mendampingi para pelaku UMKM untuk mengurus perizinannya. Ia juga memastikan bahwa UMKM yang sudah didampingi oleh Dinas Perdagangan itu pasti mengantongi SIUP atau NIB.

“UKM yang dibina Dinas Perdagangan saat ini sebanyak 2.516 UKM. Namun, data ini dinamis, sehingga bisa nambah atau berkurang,” kata Farida.

Meski begitu, Farida memastikan jumlah ini masih belum termasuk UMKM yang dibina oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Surabaya, sehingga jumlah itu dipastikan semakin banyak. (pur)

baca juga :

Semeru Masih Semburkan Material Vulkanik, Khofifah: Jangan Selfie di Zona Merah!

Redaksi Global News

Jepang Laporkan Korban Jiwa Pertama Virus Corona, Pasar Saham Melemah

Redaksi Global News

Komnas HAM Sebut Polisi Langgar HAM soal Tewasnya 4 Laskar FPI

Redaksi Global News