Global-News.co.id
Mancanegara Sport Utama

Pengakuan Petenis Top Dipaksa Berhubungan Seks oleh Eks Wakil PM China

Eks petenis ternama China, Peng Zhuai, merupakan petenis Tiongkok pertama yang mencapai peringkat teratas

JAKARTA (global-news.co.id) – Eks petenis ternama China, Peng Shuai, mengaku pernah dipaksa berhubungan seksual oleh eks Wakil Perdana Menteri, Zhang Gaoli. Peng menyampaikan pengakuan mengejutkannya itu dalam unggahannya di akun media sosial China, Weibo.

Ia mengatakan dia sempat menjalin hubungan dengan Zhang sepuluh tahun lalu. Peng adalah pemain ganda nomor satu dunia pada tahun 2014. Ia merupakan petenis Tiongkok pertama yang mencapai peringkat teratas, setelah memenangkan gelar ganda di Wimbledon pada 2013 dan Prancis Terbuka pada 2014.

Menurut tangkapan layar akun Weibonya yang terverifikasi, Peng, mengatakan Zhang Gaoli, memaksanya melakukan hubungan badan meski akhirnya keduanya sempat memiliki hubungan kasih.

“Mengapa Anda harus kembali kepada saya, membawa saya ke rumah Anda memaksa saya berhubungan seksual dengan Anda?” tulis Peng di media sosialnya, Selasa (2/11) pukul 22.00 waktu setempat.

Ia lalu melanjutkan, “Ya saya tidak punya bukti dan tidak mungkin memiliki bukti.”

Dalam ceritanya, perempuan yang kini berusia 35 tahun itu tak bisa mendeskripsikan betapa menjijikkan dirinya hingga mempertanyakan eksistensinya sebagai manusia.

“Saya tidak bisa menggambarkan betapa jijiknya saya, dan berapa kali saya bertanya pada diri sendiri apakah saya masih manusia? Saya merasa seperti mayat berjalan. Setiap hari saya bertanya, siapa saya yang sebenarnya?” ucap Peng.

Dalam unggahan di Weibo, Peng mengungkap bahwa ia sempat berhubungan seksual dengan Zhang sekitar 10 tahun lalu, saat pria itu masih menjabat sebagai salah satu pemimpin Partai Komunis China di Tianjin.

Setelah naik jabatan ke Komite Pusat Politbiro di Beijing, Zhang putus hubungan dengan Peng. Namun, ketika Zhang pensiun sekitar tiga tahun lalu, eks pejabat itu disebut mengajak Peng bermain tenis.

Usai bermain tenis, Zhang dan istrinya mengajak Peng ke rumah mereka. Di rumah itulah Peng dipaksa berhubungan seks dengan Zhang.

Sejak saat itu, Peng menjalin hubungan gelap dengan Zhang meski ia mengaku mengalami “begitu banyak ketidakadilan dan pelecehan.” Hingga akhirnya, keduanya bertengkar pada pekan lalu, dan Zhang tak mau bertemu dengan Peng.

CNN tak bisa menghubungi Zhang. Pria 75 tahun itu adalah wakil perdana menteri China antara 2013-2018. Ia juga pernah menjadi sekretaris partai di provinsi timur laut Shandong. Dia bertugas di Komite Tetap Politbiro antara 2012-2017.

Di China posisi setinggi Zhang sulit didekati dan tertutup sehingga sulit dimintai komentar dalam kasus ini.

Pengakuan Peng membuat gerakan melawan pelecehan seksual yang digaungkan kaum perempuan #MeToo kembali menggema, apalagi kasus ini menyeret pejabat tinggi dari Partai Komunis.

“Kita harus menyadari betapa luar biasanya Peng Shuai untuk memilih bicara. Hanya sedikit orang yang berani melakukan itu karena bisa mengorbankan diri dan keluarga Anda,” kata kelompok feminis China terkemuka yang berbasis di New York, Lv Pin.

Skandal itu juga terjadi beberapa hari sebelum pertemuan penting para elit partai di Beijing. (cnn, ins)

baca juga :

Global News Edisi 254 (23-29 Juli 2020)

Redaksi Global News

Terima CSR dari Tiga BUMN, Badrut Tamam Langsung Serahkan ke UMKM

gas

Puncak Musim Hujan Diprediksi hingga Maret

Redaksi Global News