Global-News.co.id
Metro Raya Pendidikan Utama

Pemkot Ajak PGRI Majukan Pendidikan di Kota Surabaya

Peresmian gedung baru PGRI, ditandai dengan pemotongan bunga melati dan penandatanganan prasasti oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi (17/21).

SURABAYA (global-news.co.id) – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Surabaya resmi memiliki gedung baru yang berada di Jl Musi No 16A Surabaya. Peresmian gedung baru, ditandai dengan pemotongan bunga melati dan penandatanganan prasasti oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, Rabu (17/21).

Gedung ini bakal menjadi pusat bagi para guru di Surabaya untuk saling berbagi dan berkolaborasi dalam memajukan dunia pendidikan di Kota Pahlawan. Gedung ini juga menjadi tempat bagi tenaga pendidik negeri maupun swasta, mengakomodir seluruh permasalahan pendidikan di Kota Surabaya.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, dengan adanya gedung baru ini maka program-program kerja dari Dinas Pendidikan (Dispendik) diharapkan bisa dikolaborasikan dengan PGRI. “Sehingga ke depan tidak ada lagi guru yang tidak bersertifikasi. Tidak ada lagi sekolah yang bersaing satu dengan yang lainnya,” kata Walikota Eri seusai acara peresmian.

Di samping itu, kata dia, melalui gedung baru itu, maka ke depan diharapkan pula kualitas guru negeri maupun swasta di Kota Surabaya dapat seimbang. Tentunya hal ini juga harus didukung dengan pemenuhan sarana dan prasarana baik di sekolah negeri dan swasta. “Saya berharap, gedung PGRI ini memberi sesuatu yang baru kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Khususnya dalam bidang pendidikan di Kota Surabaya,” ujar Walikota Eri.

Menurut dia, saat ini mayoritas tenaga pendidik di sekolah negeri maupun swasta di Surabaya sudah bersertifikasi. Meski demikian, ia mengajak pengurus PGRI Surabaya berkolaborasi menghimpun data-data para guru swasta yang belum tersertifikasi.

Di lain hal, Walikota Eri juga mengajak pengurus PGRI Surabaya agar dapat memberikan informasi apabila mengetahui adanya siswa dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) atau pun tidak yang memiliki kendala terkait biaya pendidikan. Terutama, pelajar SMA/SMK atau yang sedang mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes) yang belum ter-cover oleh pemerintah.

Walikota Eri bersama Ketua PGRI Kota Surabaya, Agnes Warsiati,

Di tempat yang sama, Ketua PGRI Kota Surabaya, Agnes Warsiati, menyampaikan kesiapannya membantu Pemkot Surabaya mengakomodir seluruh masalah pendidikan di Kota Pahlawan. Salah satunya mengenai pelajar jenjang SMA/SMK atau lembaga setara yang memiliki kendala dengan biaya pendidikannya.

Ia mengaku bakal menggerakkan seluruh pengurus cabang PGRI di setiap kecamatan untuk membantu pemkot. Harapannya, data para pelajar di Surabaya yang benar-benar membutuhkan bantuan beasiswa pendidikan itu dapat valid.

Hingga saat ini, Agnes menyatakan, ada sebanyak 19 ribu guru di Kota Surabaya yang sudah terdaftar atau memiliki kartu anggota PGRI. Jumlah tersebut, terdiri dari guru negeri dan swasta mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga setara pendidikan SMA/SMK.

“Makanya data nanti harus bisa dikumpulkan oleh teman-teman dari PGRI ini. Sertifikat sudah hampir semuanya, tetapi kan pelatihan-pelatihan tetap kita lakukan terus oleh Dinas Pendidikan. Sehingga nanti pelatihan itu harus berimbang antara (guru) negeri dan swasta,” harapnya. (pur)

baca juga :

Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Lima Kabupaten di Jatim Jadi Percontohan

Redaksi Global News

Soft Skill Tak Kalah Penting dari Hard Skill bagi Millenials

Redaksi Global News

Launching Pelayanan Drive Thru, BPPD Sidoarjo Permudah Pembayaran Pajak di Tengah Pandemi Covid-19

gas