Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Lakukan Penataan Kawasan Wisata Tunjungan, Pemkot Surabaya Siapkan 9 Titik Parkir

Pemkot Surabaya menyiapkan 9 kantong parkir, pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di lokasi yang sudah disediakan

SURABAYA (global-news.co.id) – Pemkot Surabaya menyulap Jl Tunjungan menjadi salah satu kawasan wisata untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Setelah dipercantik dengan mural, perantingan dan penambahan ornamen lampu, kali ini Pemkot memberlakukan aturan dilarang parkir.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, mengatakan, aturan larangan parkir mulai diberlakukan awal November 2021. Para pengunjung diminta tidak memarkirkan kendaraannya di kawasan Jl Tunjungan, mulai pukul 16.00 – 19.00 WIB.

“Jadi mulai awal November sudah memasang rambu larangan parkir untuk Jl Tunjungan, mulai pukul 16.00 – 19.00 WIB. Kami sudah berkoordinasi dengan kawasan di situ, termasuk Dinas Pariwisata dan Kepolisian,” kata Irvan, Jumat (12/11).

Larangan parkir itu, kata Irvan, berlaku untuk kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4). Sebagai gantinya, Pemkot telah menyiapkan 9 lokasi atau kantong parkir di sekitar kawasan wisata Jl Tunjungan.

“Kami sudah menyiapkan 9 kantong parkir, pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di lokasi yang sudah kami sediakan,” ujar dia.

Lokasi parkir tersebar di sejumlah kawasan di sekitar Jl Tunjungan. Di antaranya, Gedung Siola, TEC, Hotel Double Tree, Jl Genteng Besar, Jl Tanjung Anom, Hotel Majapahit, Pasar Tunjungan, Jl Kenari, dan Hotel Swiss Bell Inn.

“Total, 9 kantong parkir ini bisa menampung 2.215 unit roda dua dan 605 unit roda empat. Jumlah itu kami rasa cukup untuk pengunjung Jl Tunjungan nantinya,” terang dia.

Larangan parkir di kawasan wisata Jl Tunjungan, kata Irvan, juga berlaku bagi pegawai yang berkantor di kawasan itu. Menurut dia, apabila masih ada pegawai atau kegiatan di dalam kantor, mereka dapat memarkirkan kendaraannya di kantong parkir yang telah disediakan.

Ia berharap para pengunjung tidak parkir di bahu jalan. Ia juga mengimbau para pengunjung bisa menggunakan angkutan umum untuk mengunjungi Jl Tunjungan.

“Kami berharap bisa menghidupkan kembali kawasan Jl Tunjungan. Dengan begitu, pengunjung memiliki konsep bisa berjalan-jalan tanpa menggunakan kendaraan,” kata dia. (pur)

baca juga :

Jatim Perpanjang Masa Belajar Siswa di Rumah hingga 5 April

Redaksi Global News

Libur Panjang, Jalur Keluar-Masuk Kota Mojokerto Diperketat

Redaksi Global News

DMI-LTMNU Kab. Malang Kunjungi Dua Masjid Cheng Hoo

gas