Global-News.co.id
Gaya Hidup Nasional Utama

Kesenian Rontek Pacitan, Ikut Warnai Pekan Kebudayaan Nasional 2021

JAKARTA (global-news.co.id) – Seni budaya rontek boleh dibilang kurang akrab di telinga umum. Ya, rontek merupakan salah satu kesenian dari Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Desa ini punya grup rontek yang bernama Raung Bambu.

Kesenian yang pernah menjuarai Festival Rontek Pacitan pada 2018 itu terpilih menjadi salah satu pengisi dalam Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2021. PKN merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ristek.

Pengasuh Rontek Raung Bambu Pringkuku, Deasylina Da Ary mengatakan kesenian ini mengangkat filosofi hubungan petani dengan simbol kesejahteraan yaitu dewi padi.

Rontek merupakan kesenian khas Kabupaten Pacitan. Rontek berasal dari kata ronda dan thethek. Menurut kamus Bausastra kata “Rontek” adalah panji-panji, bendera kecil berlandaian tombak. Sedangkan ronda adalah kegiatan berjalan berkeliling untuk menjaga keamanan; berpatroli dan “thethek” adalah meronda sambil memukul tongtong.

Secara bebas, rontek bisa dimaknai sebagai aktivitas masyarakat meronda sambil memukul thethek. Awal mula rontek merupakan aktivitas masyarakat Pacitan yang sedang ronda malam dengan menggunakan alat kentongan bambu atau oleh masyarakat setempat disebut thethek.

Kentongan (thektek) terbuat dari potongan bambu dengan panjang kurang lebih 50 cm. Rontek sudah ada sejak dahulu, tetapi pada saat itu hanya difungsikan sebagai alat untuk memberikan pertanda dan membangunkan orang tidur.

Dalam perjalanannya, rontek tak hanya kentongan tapi juga dilengkapi dengan instrumen-instrumen lain. Perbedaan instrumen ini mencerminkan harmonisasi yang sangat kuat. Selain instrumen yang beragam, dalam penampilannya juga ada tarian.

Pada Pekan Kebudayaan Nasional tahun ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, mengusung tema “Cerlang Nusantara, Pandu Masa Depan.” Penyelenggaraan PKN 2021 berlangsung dari tanggal 19 hingga 26 November 2021.

PKN tahun 2021 kali ini berusaha mengajak masyarakat kembali mengenali jatidiri dan khazanah budaya bangsa sebagai suatu aset. Dari aset tersebut, lalu diadaptasi menjadi cara hidup yang kekinian menjawab tantangan dari perkembangan dan perubahan zaman. Tema ini dimaksudkan untuk menjawab tantangan utama yang ada di masa sekarang, yaitu gaya hidup.

Menurut Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, PKN 2021 hadir untuk mengawali perubahan gaya hidup. Perubahan tersebut dilakukan dengan memutar haluan dari segala cara hidup lama yang tidak berkelanjutan, untuk memukan arus kebudayaan dari bawah yang akan melontarkan ke masa depan, dan maju ke cara hidup baru yang berkelanjutan.

“Kebudayaan bisa jadi pandu menuju normal baru. Kebudayaan Nusantara telah dihasilkan lewat praktik sosial selama ribuan tahun dan terbukti membuat kita bertahan hingga hari ini. Ke sana kita perlu menengok untuk mencari jalan keluar dari dilema hari ini,” ujar Hilmar, pada peluncuran PKN 2021 (25/10). (IP, ins)

baca juga :

12 Designer Jatim Gagas Pengadaan APD

Redaksi Global News

Badrut Tamam : Pendidikan Roda Peradaban, Bila Berputar Baik Peradaban Pun Akan Baik

gas

Muncul Klaster Baru di Kabupaten Blitar, Empat Tertular COVID-19 dari Wanita Asal Surabaya

Redaksi Global News