Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

Jalin Kesepakatan dengan Kemenhub, Pelindo Tingkatkan Pelayanan Logistik Labuan Bajo

PLT Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha dan Regional Head 3 Pelindo Ardhy Wahyu Basuki menandatangani kerjasama pemanfaatan di Gedung Kementerian Perhubungan Jakarta.

JAKARTA (global-news.co.id)  – Upaya PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dalam mendukung pemerintah meningkatkan perekonomian ekonomi Indonesia Timur, khususnya NTT dan sekitarnya, melalui pengoperasian Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak.

Terbaru, melalui perjanjian kerjasama pemanfaatan dengan Kementerian Perhubungan, Pelindo sebagai operator pelabuhan mendapatkan izin pemanfaatan barang milik negara yang terdapat di Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunjang kegiatan operasional mereka.

Dalam Kerjasama Pemanfaatan antara Kementerian Perhubungan dan Pelindo yang  ditandatangani langsung oleh PLT Dirjen Perhubungan Laut, Arif Toha dan Regional Head 3 Pelindo, Ardhy Wahyu Basuki di Gedung Kementerian Perhubungan, Senin (8/11), menyebutkan, Pelindo berhak melakukan pengelolaan hingga pemanfaatan barang milik negara.

Di antaranya adalah pemanfaatan causeway, trestle, lapangan penumpukan, dermaga hingga sejumlah fasilitas lainnya untuk kegiatan operasional Pelindo. Dengan tujuan meningkatkan perekonomian daerah serta memberikan manfaat negara melalui Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Sekretaris Dirjen Perhubungan Laut yang juga merangkap sebagai PLT Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Arif Toha, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi terwujudnya perjanjian pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas pelabuhan tersebut.

Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah menjadikan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), salah satunya dengan memindahkan kegiatan logistik yang sebelumnya dilakukan di pelabuhan eksisting menuju Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo.

“Saya sangat senang perjanjian ini bisa terwujud, tentunya kami berharap melalui perjanjian kerjasama pemanfaatan ini nantinya operasional logistik di pelabuhan baru bisa berjalan semakin optimal,” tutur Arif Toha seperti dikutip dalam siaran resmi yang diterima redaksi, Selasa (9/11).

Senada dengan pernyataan Arif Toha, Direktur Strategi Pelindo, Prasetyo yang hadir secara virtual menyampaikan, Pelindo mengapresiasi dukungan berbagai pihak, baik dari Kementerian Perhubungan dan pihak lain dalam proses pembangunan hingga pengoperasian Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo. Menurutnya, perjanjian ini semakin membuat posisi Pelindo sebagai operator pelabuhan menjadi lebih fleksibel dalam menjalankan tugasnya.

“Tentunya hal ini merupakan momen yang sangat dinantikan. Karena melalui perjanjian ini, kami BUMN Kepelabuhanan bisa dengan segera menjalankan amanah pengelolaan dan pemanfaatan pelabuhan ini dengan sebaik-baiknya sesuai harapan yang diamanatkan pemerintah kepada kami,” kata Prasetyo.

Sebelumnya dalam rangka mewujudkan Labuan Bajo menjadi salah satu lokasi wisata super prioritas di Indonesia, pemerintah melakukan sejumlah penataan, salah satunya adalah menghadirkan Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo yang diresmikan oleh Presiden RI Ir H Joko Widodo, 14 Oktober lalu. Dengan luas kurang lebih 6 hektare, pelabuhan ini siap melayani berbagai kegiatan operasional seperti pelayanan bongkar muat petikemas, general cargo, curah kering hingga curah cair. (tis)

baca juga :

BPWS Serahkan Aset Rp 54 M ke Pemkab Pamekasan

gas

Maknai Hari Santri, Lesbumi Jatim Gelar Konser Seni Budaya dan Rayakan Sumpah Pemuda

Redaksi Global News

Program Agro Solution, Petrokimia Gresik Tanam Jagung 108 Hektare di NTB

Redaksi Global News