Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Budidaya Lahan Kosong, DKPP Surabaya Panen 1,4 Ton Ketela Pohon

Salah satu petugas memanen ketela pohon

SURABAYA (global-news.co.id) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya panen 1,4 ton ketela pohon dari salah satu lahan kosong di daerah Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Selasa (2/11). Hasil panen dari lahan seluas 1000 meter persegi itu pun selanjutnya dibagikan ke masyarakat.

Kepala DKPP Kota Surabaya, Yanuar Herlambang, mengatakan, sesuai arahan Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, pihaknya terus memanfaatkan lahan kosong untuk budidaya pertanian. Langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya ketahanan pangan.

“Hasil panennya langsung dibagikan ke warga di sekitar lokasi. Sebagian juga kemudian ditaruh di Kantor DKPP untuk kemudian disebar lagi ke warga,” kata Herlambang saat dihubungi Rabu (3/11).

Selain di daerah Kutisari, Herlambang menyebut, sebelumnya pihaknya juga melakukan panen ketela pohon di lahan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) di kawasan Kedung Cowek Surabaya. “Sebelumnya kita juga panen ketela pohon di Kedung Cowek. Kalau ketela pohon itu kita tanamnya dari sekitar 8 bulan yang lalu,” ujarnya.

Hasil panen ketela pohon yang cukup melimpah

Tak hanya ketela pohon yang menjadi komoditas tanaman pangan DKPP Surabaya. Herlambang mengaku, pihaknya juga menanam beberapa jenis tanaman pangan lain seperti ketela rambat, sayur-sayuran, cabai, hingga jagung. “Setelah panen ketela pohon, sekarang ini lahan kosong di Kutisari itu kita siapkan untuk tanaman cabai,” ungkap dia.

Menurutnya, pada musim hujan, biasanya hanya sedikit saja petani yang menanam cabai. Pasalnya, kelembaban tinggi membuat tanaman cabai rawan kerusakan. Karena itu di musim hujan, biasanya harga cabai menjadi lebih mahal.

“Contohnya di Jambangan itu sekarang kita tanami lombok (cabai) semua. Nanti (lahan kosong Kutisari) kita juga ganti dengan cabai. Mudah-mudahan kita bisa intervensi ke sana (antisipasi kenaikan harga cabai),” ujar dia.

Herlambang menyebut, setidaknya ada 20 titik lokasi tanah BTKD yang dimanfaatkan DKPP Surabaya untuk budidaya tanaman pangan. Lokasinya pun tersebar di beberapa wilayah Kota Surabaya. Beberapa lokasi itu ada yang dikelola oleh petugas DKPP sendiri maupun kolaborasi bersama warga sekitar.

“Selain di Taman Hutan Raya (Tahura), ada 20 lahan kosong yang kita manfaatkan untuk ketahanan pangan. Mulai sayur-sayuran hingga tanaman pangan seperti jagung dan ketela,” ujarnya.

Sebenarnya, Herlambang mengaku lebih senang apabila lahan kosong tersebut dapat dikelola warga sekitar untuk ketahanan pangan. Hasil panennya pun juga dapat dimanfaatkan warga sendiri untuk tambahan kebutuhan pangan. (pur)

baca juga :

BPK Turun Tangan Audit Dana Penanganan Pandemi

Redaksi Global News

Dinkes Surabaya Bagikan Tiga Jurus Atasi Stunting di Kota Pahlawan

Redaksi Global News

Ahmad Riza Patria Resmi Jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta

Redaksi Global News