Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Metro Raya Utama

Walikota Eri Bersama Ketua KPPU Pusat Bahas Pemulihan Ekonomi Kota Surabaya

Walikota Surabaya Eri Cahyadi menyambut hangat kedatangan Ketua KPPU Pusat, Kodrat Wibowo di ruang kerjanya

SURABAYA (global-news.co.id) – Walikota Surabaya Eri Cahyadi menyambut hangat kedatangan Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Pusat, Kodrat Wibowo di ruang kerjanya, Balai Kota Surabaya, Sabtu (23/10). Saat itu, Ketua KPPU Pusat bersama Kakanwil IV KPPU Dendy Rakhmat Sutrisno dan Kepala Bidang Kajian dan Advokasi Kanwil IV Romi Pradhana Aryo.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas pemulihan ekonomi di Kota Surabaya, terutama dalam membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan toko kelontong di Kota Pahlawan.

Walikota Eri menjelaskan, setelah pandemi Covid-19 di Kota Surabaya melandai, maka Pemkot Surabaya langsung bergerak dan fokus pada pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, mau tidak mau UMKM dan toko kelontong harus digerakkan.

“Salah satu caranya, nanti barang-barang yang dihasilkan oleh teman-teman UMKM disuplai ke toko kelontong kemudian dijual. Di samping itu juga memanfaatkan aplikasi e-Peken,” kata Walikota Eri.

Ke depan, lanjut dia, para UMKM juga akan diberikan arahan supaya memproduksi barang sendiri. Bahkan, ia juga mengaku tidak ingin ada UMKM yang menggunakan barang import kemudian diolah kembali menjadi brand lokal UMKM. Menurutnya, jika UMKM ingin berhasil, maka harus bisa berdikari.

“Jadi, ini peran pemerintah memberikan intervensi untuk membantu para UMKM dan toko kelontong agar naik kelas, kalau tidak ada intervensi dari pemerintah maka akan kalah saing dengan toko modern. Peran pemerintah itu kan bukan sekadar melatih UMKM, tetapi bagaimana caranya agar UMKM ini mampu bersaing dan naik kelas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPPU RI Kodrat Wibowo berharapan Pemkot Surabaya memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, seperti UMKM dan toko kelontong di Kota Surabaya. Menurutnya, ini penting untuk membangkitkan perekonomian setelah pandemi Covid-19 melandai.

“Intinya kalau mau menjadi UMKM yang bagus dan bisa naik kelas harus bisa produksi barang sendiri dengan kualitas baik, agar mampu bersaing dengan pegiat usaha lainnya,” ujarnya. (pur)

baca juga :

Masjid Cheng Hoo Gua China Berdiri di Tengah Hutan

gas

KRI Nanggala Dinyatakan Subsunk, Gubernur Khofifah: Kami Berduka, Prajurit Mayoritas Warga Jatim

Titis Global News

Pemkot Surabaya Gelar Vaksinasi Tahap Dua, Sasar Pelayan Publik hingga Lansia

Titis Global News