Global-News.co.id
Kesehatan Metro Raya Utama

Swab Hunter Serentak Dihidupkan Lagi, Pemkot Surabaya Sasar Pusat Keramaian

Swab dan vaksin hunter dihidupkan lagi di 31 kecamatan se-Surabaya

SURABAYA (global-news.co.id) – Swab hunter di 31 kecamatan se-Kota Surabaya dihidupkan kembali oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Bedanya, kali ini ditambahkan dengan vaksin hunter. Dibantu TNI dan Polri, tim ini bergerak serentak mulai Sabtu (2/10) malam.

Mereka menyasar pusat-pusat keramaian dan semua orang yang beraktivitas di luar rumah. Ketika menemukan ada yang melanggar protokol kesehatan (prokes), mereka langsung dibawa untuk diswab, dan apabila belum vaksin, mereka langsung divaksin malam itu juga.

Kepala BPB Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan saat ini sudah ada beberapa sektor usaha yang dibuka walaupun dengan pembatasan tertentu, sehingga mobilitas warga ikut tinggi. Makanya, Walikota Surabaya Eri Cahyadi ingin mengingatkan ketika bertemu dengan teman, kerabat, saudara, dan beraktivitas di luar rumah tidak abai terhadap prokes.

“Kalau abai, kapan selesainya pandemi ini. Prokes itu menjadi persyaratan mutlak ketika beraktivitas di luar rumah, seperti memakai masker itu wajib. Makanya, ketika makan maskernya dicopot, lalu kalau selesai makan ya dipakai lagi maskernya. Jangan lama-lama copot masker,” kata dia.

Oleh karena itu, demi mengingatkan warga kembali, dihidupkanlah swab hunter ditambah dengan vaksin hunter itu.  Sehingga apabila ada warga yang melanggar, maka akan diswab sekaligus dipastikan apakah sudah vaksin atau belum. Jika belum, maka akan langsung divaksin malam itu juga.

Ia juga menjelaskan, vaksin hunter itu cakupannya sangat luas. Bisa juga door to door, bisa juga kalau ada wilayah RT yang belum vaksin, bisa menyasar ke sana. Bahkan, apabila ada resto atau unit tertentu yang ternyata diketahui belum vaksin, maka akan langsung disasar. “Jadi cukup luas vaksin hunter ini,” ujarnya.

Irvan juga menegaskan, vaksin hunter ini juga menjadi warning bagi warga luar Surabaya yang akan beraktivitas di Kota Surabaya. “Makanya saya ingatkan, kalau bisa vaksin dulu kalau mau ke Surabaya, jika tidak vaksin, ya hati-hati nanti terkena vaksin hunter di Surabaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Genteng Linda Novanti memastikan, malam ini sudah bergerak bersama dengan jajaran polsek, koramil, lurah dan jajaran lainnya menyisir pusat-pusat keramaian di wilayahnya. Khusus malam ini, tim menyasar Ketabang Kali, baik di sisi kanan maupun kiri Kalimas.

“Kita temukan ada beberapa yang melanggar prokes, sehingga kami langsung bawa ke Puskesmas Ketabang untuk dilakukan swab dan ternyata masih ada yang belum vaksin, sehingga kami lakukan vaksin juga,” ujarnya. (pur)

baca juga :

China, Rusia, Iran Gelar Latihan Militer Bersama

Redaksi Global News

Inilah Penyerang Baru Persib Bandung: Bruno Castanhede!

Redaksi Global News

Terima CSR Beasiswa Pendidikan Hampir Rp 4 Miliar, Pemkot Surabaya Salurkan kepada Siswa MBR

Redaksi Global News